5 Olahraga Tradisional Indonesia, Traveler Berani Coba?

Mustafidhotul Ummah, Jurnalis · Senin 21 September 2020 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 21 406 2281118 5-olahraga-tradisional-indonesia-traveler-berani-coba-KEdTsZJpcq.jpg Silat Minangkabau (Foto Wikiwand.com)

INDONESIA terkenal dengan ragam budaya, tradisi, kuliner hingga seni. Olahraga dan permainan tradisional yang dimiliki Indonesia juga tak kalah keren.

Olahraga tradisional merupakan bagian penting dari warisan budayanya dan filosofi yang berbeda dari setiap olahraga mewakili kelompok etnisnya.

Baca juga: 6 Penyebab Keanekaragaman Hayati Semakin Hilang

Nah, bagi kamu yang melancong ke daerah-daerah di nusantara, tak ada salahnya mencoba olahraga atau permainan tradisional ini. Apa saja?

Melansir dari Indonesia.Travel, Senin (21/9/2020), berikut 5 olahraga tradisional Indonesia:

1. Pencak Silat

Pancak silat berasal dari nusantara yang berakar dari tradisi Melayu. Pancak silat bahkan sudah terkenal ke mancanegara sebagai salah satu seni bela diri paling mematikan. Saat dipopulerkan oleh film The Raid, pencak silat mendapat pujian luar biasa.

Pencak silat di Indonesia memiliki banyak aliran. Beda daerah, beda juga aliran dan gayanya.

Meskipun banyak daerah di Indonesia memiliki gaya pencak silat sendiri, kelompok etnis Minangkabau di Sumatera Barat menggabungkan semua gerakan pencak silat dan gaya ini dikenal di seluruh dunia.

ilustrasi

Ini adalah gaya bertarung seluruh tubuh yang, selain penggunaan senjata juga menonjolkan elemen seperti meninju, menendang, dan bergulat.

Dalam seni bela diri ini, setiap bagian tubuh dapat digunakan untuk menyerang atau menjadi sasaran. Dipraktekkan untuk pertahanan diri dan manfaat psikologis, olahraga kompetitif ini memulai debutnya di Asian Games Tenggara tahun 1987 dan Asian Games tahun 2018 yang sama-sama diselenggarakan di Indonesia.

Anda dapat menyaksikan demonstrasi pencak silat dalam video ini, yang menampilkan Cecep Arif Rahman, aktor seni bela diri dari The Raid 2: Berandal dan John Wick 3: Parabellum, menampilkan pencak silat.

2. Jemparingan 

Tahukah Anda bahwa ada olahraga tradisional yang dilestarikan dari satu generasi ke generasi berikutnya? Itu disebut Jemparingan. Olahraga tersebut telah dimainkan sejak era Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Baca juga: Tak Hanya Sebagai Seni Pertunjukan, Dulu Ondel-Ondel Dianggap Sebagai Penolak Bala

Di Jawa, istilah 'jemparingan' bisa dianggap sebagai panahan. Tapi tunggu ini bukan sembarang panahan biasa, di mana Anda berdiri! Olahraga ini mengharuskan Anda duduk bersila. Selain itu, pemanah tidak hanya membidik secara kasat mata, melainkan memposisikan busur di depan perutnya.

Peserta menggunakan indra mereka untuk mengambil gambar yang jelas. Orang yang berhasil mendapatkan perhatian paling banyak memenangkan permainan!

Jemparingan tidak hanya dianggap sebagai olahraga, melainkan juga sarat dengan nilai-nilai tradisional dan filosofis. Memang, olahraga ini diakui memiliki keutamaan ksatria.

Empat dari kebajikan ksatria adalah sawiji yang berarti konsentrasi, greget didefinisikan sebagai antusiasme, sengguh artinya percaya diri, dan ora mingkuh yang artinya tanggung jawab. Ini adalah kebajikan yang harus diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Sangat filosofis, bukan?

3. Egrang 

Egrang adalah olahraga tradisional khas Indonesia yang dapat dinikmati siapa saja di waktu senggang, namun dibutuhkan latihan untuk menguasai gerakan dan keterampilannya. Setiap pemain harus berjalan di atas tiang bambu, yang membutuhkan kekuatan dan keseimbangan otot inti.

Asal-usul olahraga tradisional ini masih belum diketahui, namun namanya yang dalam bahasa Lampung berarti “bakiak manik-manik yang terbuat dari bambu tinggi”.

4. Fahombo (Lompat Batu)

Di Desa Adat Bawamataluo, Nias Selatan terdapat tradisi kuno yang disebut fahombo atau lompat batu yang terus hidup oleh masyarakat sekitar dan merupakan salah satu tradisi yang paling terkenal di Nias.

Tradisi lompat batu ini berawal pada masa perang suku di Nias. Pada saat itu, setiap desa memiliki bentengnya sendiri untuk menjaga wilayahnya, dan dibutuhkan kekuatan serta kelincahan untuk melompati benteng tersebut.

Karenanya, orang-orang biasa melatih diri dengan melompati tumpukan batu yang tinggi. Selain sebagai acara adat, fahombo juga merupakan olahraga yang menarik untuk disaksikan, khususnya bagi para wisatawan.

ilustrasi

5. Pacu Jalur

Pacu Jalur adalah pertandingan mendayung perahu panjang di sungai. Merupakan acara budaya masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi di Riau yang diselenggarakan dalam rangka perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada minggu ke-2 / ke-3 bulan Agustus.

Biasanya terjadi di Sungai Batang Kuantan yang memiliki sejarah penting, yang telah digunakan sebagai jalur pelayaran sejak awal abad ke-17. Perahu kayu yang ramping tidak hanya terlihat menarik tetapi juga kuat karena terbuat dari kayu solid yang tidak memiliki potongan dan sambungan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini