Pulang dari Yogyakarta, Ini 6 Oleh-Oleh Khas yang Bisa Dibeli

Mustafidhotul Ummah, Jurnalis · Senin 21 September 2020 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 21 406 2281270 pulang-dari-yogyakarta-ini-6-oleh-oleh-khas-yang-bisa-dibeli-Y0I4qezLpD.jpg Kaos khas Yogyakarta. (Foto: Instagram/@dagadudjokdja)

SEBELUM pulang liburan dari Yogyakarta, pasti Anda mencari oleh-oleh khas. Ada banyak pilihan oleh-oleh khas Yogyakarta dari mulai barang hingga makanan.

Jangan bingung mau beli apa jika Anda ingin membawa pulang oleh-oleh khas Yogyakarta. Okezone akan memberi rekomendasi oleh-oleh yang mungkin Anda minati.

Penasaran apa saja oleh-oleh khas Yogyakarta yang bisa dibeli? Dilansir dari laman Indonesia Travel Senin (21/09/2019), berikut adalah 6 oleh-oleh khas Yogyakarta yang bisa jadi kenang-kenangan.

Perhiasan perak dan miniatur landmark

perak

(Foto: Indonesia Kaya)

Kotagede di Yogyakarta terkenal dengan pengrajin peraknya. Di sini Anda bisa menemukan pernak-pernik perak sterling berupa anting, kalung, bros, cincin, dan gelang serta miniatur tiga dimensi barang ikonik yang menakjubkan di sini. Dari wayang perak, atau miniatur candi Borobudur dengan harga mulai dari Rp 250 ribu. Bahkan bisa beli helm pre-order custom made berbahan alumunium dan kuningan seharga Rp1,2 juta, tembaga Rp1,35 juta atau silver mulai Rp28 juta).

Baca Juga: 5 Olahraga Tradisional Indonesia, Traveler Berani Coba?

Tas kulit berkualitas tinggi

Yogyakarta juga terkenal dengan produk kulit berkualitas tinggi. Tas, sepatu, ikat pinggang, koper, dan perhiasan yang dapat dikenakan hanyalah sebagian dari banyak produk kreatif yang dibuat oleh pengrajin lokal. Ada banyak tempat untuk membelinya, tetapi Kaula Leather sangat istimewa karena mereka juga menawarkan kesempatan untuk mengikuti lokakarya pembuatan kulit, sehingga Anda dapat membuat sendiri bahan kulit. Pilihan kursusnya banyak, sesuai minat belajar dan waktu tinggal Anda di Yogyakarta. Biaya workshop bervariasi dari Rp350 ribu hingga Rp3,5 juta

Karya batik kayu

Batik adalah ciri khas warisan Jawa. Bentuknya bervariasi seiring waktu dan teknologi. Namun masyarakat Desa Krebet mengkhususkan diri dalam memproduksi batik kayu. Mereka mengubah berbagai ukiran kayu menjadi mahakarya batik cantik yang unik dan berkelas. Sebagian besar digunakan untuk centerpieces dekorasi rumah serta peralatan sehari-hari seperti perangkat makan, baki, dan kotak tisu. Harga mulai dari Rp30 ribu. Temukan barang favorit Anda dengan cepat, dan jangan lupa untuk tawar-menawar dengan vendornya. Lokasinya yang berada di Desa Krebet di Sendangsari, Pajangan, Bantul, Yogyakarta untuk menjelajahi daerah tersebut.

 

Tenun lurik

lurik

Selain batik, Yogyakarta juga terkenal dengan luriknya. Anda mungkin menemukannya sebagai atasan luar lengan panjang yang dikenakan oleh beberapa joki andong di sepanjang Jalan Malioboro. Garis hitam-coklat klasik yang terbuat dari kapas yang lebih kasar, dulunya adalah pakaian Jawa bagi penduduk lokal yang tinggal di pedesaan. Saat ini mereka hadir dalam banyak pilihan warna dan kain berkualitas bagus, semuanya mempertahankan prinsip motif garis tipis. Potongan lurik warna-warni saat ini digunakan sebagai aksen pada jas, tas, kain pelapis bahkan gaun pengantin. Beberapa masih dibuat dengan pewarna alami ramah lingkungan tradisional dan tenunan halus buatan tangan, sementara yang lain menggunakan berbagai kain yang lebih ringan, lebih lembut dan lebih nyaman dipakai. Harga mulai dari Rp35 ribu.

Kaos ikonik penuh gaya

Sebagai kota yang dihuni oleh generasi muda yang kreatif, Yogya memiliki kaus khas "Dagadu". Didirikan pada tahun 1994, Dagadu (yang secara harfiah berarti 'matamu!') Terkenal dengan desain kaos kartunnya yang menyenangkan yang dikombinasikan dengan copywriting yang jenaka. Oblongpedia, sub-brand dari Dagadu, mengkhususkan diri pada kaos yang dicetak dengan informasi dan sejarah karakter atau landmark tertentu di Yogyakarta. Sedangkan sub brand Pernak Pernik lainnya menjual souvenir berupa gantungan kunci dan sandal. Ini pasti harus dimiliki dari Yogyakarta!

Bila menginginkan, datanglah ke showroom utama mereka di Yogyatourium Dagadu-Djokdja Jalan Gedongkuning Sel. No.128, Rejowinangun, Kotagede, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Cokelat batangan

Indonesia adalah produsen kakao terbesar ketiga di dunia dan pada tahun 2001, seorang pria Belgia melihat peluang untuk membuat coklat berkualitas bagus di Yogyakarta, dicampur dengan rasa unik dari bahan-bahan lokal (salah satu hasilnya: coklat rendang). Menggabungkan kekuatan dengan para pemikir kreatif dan wirausahawan Indonesia, ketiganya mendirikan Coklat Monggo pada tahun 2005, sebuah merek ikonik untuk sikap ramah Yogyakarta. Mereka menciptakan resep unik, seperti rendang cokelat. Batangan biasa seberat 80 gram dihargai Rp 37 ribu, sedangkan gift set bervariasi sebagai berikut:

Jahe Borobudur 100 gram: Rp45 ribu

Stupa box 10 @ 9 gram: Rp74 ribu

Punakawan 24 @ 5,5 gram: Rp82 ribu

Semua varian 10 @ 40 gram: Rp125 ribu

Oleh-oleh Jawa 3 @ 100 gram: Rp125 ribu.

Beberapa toko mungkin menjualnya dengan harga berbeda. Jadi tanyakan sebelum Anda melakukan pembelian. Showroom Coklat Monggo ada di Jl. Tirtodipuran, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini