Berita Baik: Dua Anak Badak Jawa Lahir di Taman Nasional Ujung Kulon

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 21 September 2020 19:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 21 406 2281434 berita-baik-dua-anak-badak-jawa-lahir-di-taman-nasional-ujung-kulon-DCyowIi2j4.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

BERITA bahagia datang dari Taman Nasional Ujung Kulon. Bertepatan dengan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2020, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengumumkan kelahiran dua badak Jawa di TNUK, masing-masing satu jantan dan satu betina.

Dikutip dari akun Instagram resmi @mountnesia, Senin (21/9/2020), kelahiran dua anak badak tersebut berhasil diketahui dari hasil monitoring tim Balai TN Ujung Kulon. Monitoring dilakukan sejak Maret hingga Agustus 2020, dengan menggunakan 93 video kamera jebak.

Baca Juga: Tur 24 Jam ke Bali, ke Mana Saja?

badak

Hingga Agustus tahun ini, jumlah kumulatif badak jawa menurut data terakhir KLHK, mencapai 74 individu, masing-masing 40 jantan dan 34 betina, dengan komposisi umur terdiri dari 15 adalah individu anak dan 59 merupakan pada klaster usia remaja-dewasa.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Wiratno dalam keterangannya mengatakan, kondisi habitat badak jawa di TN Ujung Kulon terbukti masih baik, yang ditandai dengan kelahiran badak jawa. Tahun lalu, di TN Ujung Kulon juga terdapat empat kelahiran individu badak jawa.

“Kelahiran badak jawa di TN Ujung Kulon tersebut juga mempertegas bahwa populasi badak Jawa terus mengalami perkembangbiakan alami dengan baik, sehingga terus memberi harapan besar bagi kelangsungan hidup satwa langka spesies badak Jawa,” jelas Wiratno.

Wiratno juga memastikan, perihal ketersediaan pakan badak Jawa di semenanjung Ujung Kulon masih relatif sangat baik. Sehingga menjadi daya dukung kehidupan dan perilaku badak jawa pada saat ini dan masa yang akan datang.

“Dari satu kelahiran ke kelahiran selanjutnya dari badak jawa ini terus menyambung, dan ini memperkuat optimisme serta semangat kita, terutama dalam situasi sangat sulit masa pandemi sekarang ini. Ini salah satu pesan substansial dari Menteri LHK. Ibu Menteri juga berkesempatan memberikan nama anak badak jantan Luther dan yang betina diberi nama Helen," jelas Wiratno.

Seperti diketahui, badak merupakan salah satu spesies satwa langka bersama-sama dengan gajah, orangutan, harimau, komodo, dan flagship species lainnya. Satwa tersebut kini masuk dalam kategori spesies penting di dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini