Berusia 300 Tahun, Pohon Jati Tertua di Blora Ini Punya Cerita Unik

Heri Purnomo, Jurnalis · Senin 21 September 2020 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 21 408 2281149 berusia-300-tahun-pohon-jati-tertua-di-blora-ini-punya-cerita-unik-qWB0sd0GOG.jpg Jati denok di Desa Jatisari, Kecamatan Banjarejo, Blora diyakini sudah berusia 300 tahun (iNews/Heri Purnomo)

JATI denok ini masih berdiri kokoh di Desa Jatisari, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Usianya diyakini sudah 300 tahun lebih. Ia dinobatkan sebagai pohon jati tertua di Blora. Uniknya, ada cerita legenda di balik pohon ini.

Jati Denok ini tumbuh di petak 62, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Temetes, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Temanjang, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung.

Baca juga: 5 Wisata Hutan Pinus di Malang, Damainya Menenangkan Pikiran

Humas Perhutani KPH Randublatung Harmanto menceritakan, sebutan jati denok mengacu kepada bentuk pohonnya yang besar di bawahnya. Butuh sekitar delapan sampai 10 tangan orang dewasa untuk memeluknya.

"Tingginya 30 meter dengan bagian pangkal pohon yang membesar, dengan usia sudah tiga abad atau sektar 300 tahun," kata Harmanto, Senin (21/9/2020).

Jati denok ini memiliki cerita legenda yang unik. Dari litelatur perhutani, pohon jati denok terkait dengan sejarah di kedung putri di mana pohon jati tersebut konon diinjak Jonggrang Prayungan, sebagai tempat peristirahatan seorang bangsawan kerajaan, ketika dia ingin melihat kecantikan Putri Citro Wati dari negoro Purwo Carito atau putri gumeng.

"Karena kesaktian yang dimiliki Jonggrang Prayungan, pohon jati yang diinjaknya tidak kuat menahan beban, dan akhirnya bagian bawah pohon tersebut tertekan dan membesar sehingga disebut jati denok," ucapnya seperti dilansir dari iNews.

Kini seiring dengan berjalannya waktu, jati denok menjadi monumen jati yang tetap berdiri kokoh. Pohon ini termasuk yang dikeramatkan warga sekitar untuk upacara adat desa.

Baca juga: 7 Destinasi Wisata Ramah Vegan Terpopuler di Asia Tenggara, Nomor 2 Ada di Indonesia

Ditempat yang sama, Hasan Yuwono, warga Temanjang, Desa Jatisari menambahkan, jati denok ini sebenarnya sudah sangat sering didatangi warga.Apalagi akhir pekan pasti ada yang datang. Mereka ada yang pakai motor ada juga yang gowes bareng, hanya sekedar berswafoto.

"Mereka datang untuk sekedar berfoto beramai ramai disini, sambil istirahat," ujarnya.

Tapi selain untuk wisata, pohon ini dipercaya memiliki keistimewaan. Sehingga pada sepuluh bulan sura lalu. Jati denok banyak didatangi orang luar Blora.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini