Pilihan Hotel untuk Staycation Paling Diminati di Bali hingga Yogyakarta

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 22 September 2020 09:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 406 2281624 pilihan-hotel-untuk-staycation-paling-diminati-di-bali-hingga-yogyakarta-upD9zjBvUo.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

TREN staycation mulai digandrungi masyarakat Indonesia sebagai alternatif liburan di masa pandemi Covid-19. Banyak pilihan hotel untuk staycation yang paling diminati wisatawan di beberapa kota Indonesia.

Ya, sejak dilonggarkannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tren staycation di berbagai pilihan hotel yang lokasinya tak jauh dari rumah, mengalami peningkatan signifikan. Karena cara ini diklaim lebih aman dari ancaman Covid-19, dibandingkan harus pergi ke luar kota.

Mengutip data yang dikeluarkan oleh Wego (situs online travel marketplace), Selasa (22/9/2020), Bandung dan Yogyakarta menjadi destinasi tujuan utama para wisatawan domestik untuk staycation. Peningkatan juga terjadi di destinasi-destinasi wisata lainnya seperti Jakarta dan Bali.

Hal tersebut didukung hasil survei yang menunjukkan bahwa 26% wisatawan tertarik untuk melakukan staycation bila kondisi sudah memungkinkan. Selain itu, setiap wisatawan juga dilaporkan memiliki preferensi hotal yang cukup bervariasi. Berikut ulasan lengkapnya.

Bali

 hotel

Sejak ditutup pada akhir Maret hingga dibuka kembali pada 31 Juli lalu, minat wisatawan untuk staycation di Bali terbilang lesu. Dari segi angka, pencarian hotel di Pulau Dewata memang masih terbilang tinggi. Namun kenaikan rata-rata dari bulan ke bulan selama April-Juli minus 0,3%.

Setelah dibuka kembali, jumlah pencarian hotel di Bali meningkat 30% persen dibandingkan bulan Juli. Selain itu, selama musim liburan Agustus, jumlahnya dilaporkan meningkat signifikan sebesar 40% persen.

Baca Juga: Bayi Gajah Gemas Lahir di PLG Minas Riau, Menteri Siti: Namanya Rizki

Dilaporkan Wego, para pengguna situs mereka mencari hotel bintang 4 di Bali sedangkan 26 persen mencari hotel bintang 5. Kisaran harganya pun cenderung lebih bervariasi dibanding kota lain, mulai dari Rp364 ribu-Rp2,1 juta.

Bandung

Pencarian hotel di Bandung untuk staycation meningkat cukup signifikan. Sejak Mei hingga Juni masing-masing mengalami peningkatan sebesar 44% dan 51%. Meski pada Juli, angka tersebut turun 3%, namun tren positif justru kembali terlihat pada Agustus, terutama jelang perayaan Hari Kemerdekaan RI (17 Agustus).

Jumlah pencarian hotel di Bandung menunjukkan peningkatan 35% dibandingkan minggu sebelumnya. Secara keseluruhan, jumlah penelusuran atau pencarian di bulan Agustus sedikit meningkat sebesar 10% dibandingkan Juli.

“Peningkatan permintaan yang signifikan ini dikarenakan Jawa Barat telah membuka pintu pariwisata sejak new normal diterapkan. Dengan akses darat yang baik, Bandung langsung menjadi tujuan utama untuk staycation,” kata Direktor Growth Marketing APAC Wego Kaushal Pilikuli, dikutip Okezone dari situs resminya.

Menurut data Wego, hotel bintang 4 dan 5 cukup digandrungi wisatawan selama pandemi Covid-19 dengan masing-masing memiliki persentase pencarian sebesar 30% dan 25%. Tarif hotel di Bandung berkisar antara Rp460 ribu-Rp1,3 juta per malam.

Yogyakarta

Yogyakarta yang sejak Juli lalu melakukan simulasi pembukaan objek wisata, juga mengalami peningkatan jumlah pencarian hotel. Senpanjang Juni, pencarian hotel di Yogyakarta meningkat hingga 26 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pencarian hotel memuncak pada Juli lalu dengan peningkatan hampir 300%.

Peningkatan yang signifikan juga terjadi selama long weekend di bulan Agustus. Jumlah pencarian hotel di Yogyakarta melonjak hingga 109 persen dibandingkan minggu sebelumnya. Namun total kenaikan pada Agustus lebih rendah 17 persen dibanding Juli.

Sama halnya dengan Bandung, hotel terpopuler di Yogyakarta adalah hotel bintang 4 (28%), disusul hotel bintang 5 (24%). Tarif hotel berkisar antara Rp315 ribu-Rp1,1 juta per malam.

Jakarta

jakarta

Permintaan hotel di Jakarta juga dilaporkan meningkat secara bertahap, meski laju pertumbuhannya cenderung lebih lambat dibandingkan kota-kota besar lainnya. Angka kenaikan yang rendah ini diduga akibat meningkatnya kasus positif Covid-19 harian yang signifikan di ibu kota. Hal tersebut mengakibatkan transisi PSBB dalam kurun waktu yang cukup lama.

Terlepas dari itu semua, selama libur Hari Kemerdekaan RI dan Tahun Baru Islam, minat wisatawan untuk staycation dilaporkan meningkat 53% dibandingkan minggu sebelumnya. Total kenaikan sepanjang Agustus mencapai 8% dibanding Juli. Angka ini memang terbilang lambat namun menunjukkan peningkatan yang positif untuk staycation di Jakarta.

Persentase pencarian hotel terpopuler di Jakarta terdistribusi secara merata antara hotel bintang 3,4, dan 5. Sebanyak 30 persen pengguna aplikasi Wego menunjukkan ketertarikan pada hotel bintang 4 dan 5. Sedangkan 28 persen pengguna lain mengincar hotel bintang 3. Tarif hotel-hotel di Jakarta berkisar antara Rp394 ribu-Rp1.686 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini