Restoran Ramen Bersejarah di Jepang Kembali Dibuka Usai 44 Tahun Tutup

Faradilla Rachman, Jurnalis · Rabu 23 September 2020 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 23 301 2282326 restoran-ramen-bersejarah-di-jepang-kembali-dibuka-usai-44-tahun-tutup-6lsUbIV7ZV.jpg Rairaiken, restoran ramen paling bersejarah di Jepang (Foto Sora News 24)

RESTORAN ramen bersejarah di Jepang, Rairaiken yang sempat tutup selama 44 tahun, sekarang mulai dibuka kembali. Reiraiken dihidupkan lagi untuk melestarikan sejarah ramen. Restoran ini diyakini sebagai titik awal sejarah ramen di Negeri Sakura.

Saat ini, ada banyak restoran ramen di seluruh Jepang, dan hidangannya pun semakin mudah ditemukan di negara lain.

“Tetapi setiap tren makanan harus dimulai di suatu tempat, dan untuk restoran ramen Jepang, titik awalnya adalah Rairaiken,” tulis media Jepang Sora News 24 seperti dilansir Okezone, Rabu (23/9/2020).

Restoran Rairaiken pertama kali dibuka pada 1910 di kawasan Asakusa, Tokyo. Rairaiken merupakan restoran tertua di Jepang yang dikelola oleh sang pemilik, Kanichi Ozaki dan tim juru masak yang ia rekrut dari pecinan Yokohama.

Baca juga: 6 Resort Paling Romantis di Asia Tenggara, Nomor 3 Ada di Bali

Restoran ini pernah sangat sukses pada masanya dan mencetak rekor dengan melayani 3.000 pelanggan dalam satu hari.

Setelah 30 tahun berjaya, Rairaiken tutup pada 1944 karena Perang Dunia II yang membawa malapetaka bagi semua penduduk di Jepang.

Pada 1954, Ramen Rairaiken kembali buka di Yaesu dekat Stasiun Tokyo. Sebelas tahun kemudian tepatnya 1965, restoran ini pindah ke Kanda dan kembali melanjutkan kejayaannya.

Namun, Rairaiken kembali mengalami masa sulit. Faktor tidak ada penerus bisnis ramen, membuat Rairaiken tutup untuk selamanya sejak 1976.

Setelah 44 tahun lamanya, kini Rairaiken kembali buka di musim gugur. Maksud dan tujuan dibukanya Rairaiken sebagai bagian dari misinya melestarikan sejarah berbagai ramen.

Museum Ramen Shin Yokohama telah meneliti Rairaiken secara ekstensif dengan bantuan cucu Kanichi, Kunio Takahashi, dan cicit buyutnya Yusaku Takahashi.

Dengan upaya gabungan, termasuk pengalaman langsung Kunio memakan ramen di lokasi asli Rairaiken, museum dapat menentukan bahan-bahan apa saja yang digunakan Kanichi untuk Mie dan topingnya.

Pihak keluarga pun dapat menyimpulkan jenis tepung yang tersedia saat ini dari varietas yang digunakan Rairaiken saat pertama buka.

Mereka saat ini mengetahui proses dimana Kanichi membuat mie dan menyiapkan hidangannya. Dengan informasi ini, restoran Rairaiken akan dibuka di dalam museum yang terletak di kota Yokohama yang sekitar 25 menit dari selatan Tokyo.

Sedangkan untuk kaldu, penelitian museum telah menunjukkan bahwa meskipun Rairaiken menggunakan basis kedelai (yang menjadi kaldu representatif untuk ramen di Jepang timur), resep pastinya disesuaikan tergantung pada jenis bahan berkualitas yang dapat diperoleh.

Tetapi, para peneliti menggunakan informasi yang mereka miliki untuk membuat apa yang dan keturunan Kanichi, yaitu sebagai penyajian modern yang lezat dari kaldu Rairaiken.

Di museum ini juga menyelenggarakan daftar cabang restoran ramen lainnya yang bergilir secara teratur bahkan dari negara lain. Restoran ini akan mulai buka pada musim guru ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini