Inggris Tetap Welcome bagi Wisatawan Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 23 September 2020 09:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 23 406 2282226 inggris-tetap-welcome-bagi-wisatawan-indonesia-di-tengah-pandemi-covid-19-NOtr5YoTiz.jpg Ilustrasi (Foto: Futuready)

DAMPAK pandemi virus corona atau Covid-19 memaksa banyak negara mengeluarkan berbagai kebijakan sangat ketat. Termasuk menutup pintu pariwisata bagi wisatawan asing guna mencegah penyebaran virus asal Wuhan, China itu. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Inggris.

Negara kerajaan tertua di Eropa itu justru menyambut kunjungan wisatawan yang tertarik berwisata di masa pandemi Covid-19. Hal ini tentunya diiringi dengan sejumlah protokol kesehatan dan peraturan yang telah ditetapkan.

Head of Media and Comms British Embassy Jakarta, John Nickell menjelaskan, sejauh ini pemerintah Inggris memang tidak membatasi jumlah wisatawan asing yang hendak melakukan kunjungan wisata, business trip, dan sebagainya.

"Inggris tetap buka. Tidak ada diskriminasi sama sekali. Termasuk bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang mau mengunjungi Inggris," ujar John Nickell saat dihubungi Okezone via sambungan telefon, Selasa, 22 September 2020.

Untuk dapat berwisata dan memasuki wilayah Inggris, John menjelaskan wisatawan hanya perlu menyediakan dokumen yang sama seperti sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia.

"Regulasinya masih sama. Bila wisatawan sudah memiliki visa yang valid tetap bisa berkunjung ke Inggris. Bagi yang belum, masih bisa apply untuk visa turis," tuturnya.

Kendati demikian, John menambahkan, seluruh wisatawan asing maupun Warga Negara Inggris yang baru saja kembali dari perjalanan mancanegara, mereka diwajibkan melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

John tidak menampik, bahwa regulasi inilah yang mungkin akan memberatkan para wisatawan asing. Artinya, bila seseorang memang berencana untuk traveling ke Inggris, mereka mau tidak mau harus menyiapkan budget ekstra untuk melakukan karantina mandiri.

"Untuk lokasi self quarantine atau karantina mandiri wisatawan sendiri yang menentukan. Namun, mereka harus mengisi formulir online dan memberitahukan lokasi di mana mereka akan melakukan karantina mandiri," kata John.

Terkait kelengkapan surat bebas Covid-19 seperti yang diberlakukan oleh pemerintah Indonesia, John menjelaskan bahwa wisatawan tidak perlu lagi membawa bukti tersebut ketika mengunjungi Inggris.

Namun syarat ini bisa jadi diterapkan oleh sejumlah maskapai penerbangan. Sehingga disarankan untuk melakukan pengecekan informasi seputar kelengkapan dokumen terlebih dahulu.

"Tidak ada requirement test, hanya mungkin itu kebijakan airlines, Inggris tidak minta hasil test PCR atau rapid," kata John memungkasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini