Ini Hal yang Dirasakan Wisatawan saat Traveling di Tengah Pandemi Covid-19

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 24 September 2020 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 406 2283224 ini-hal-yang-dirasakan-wisatawan-saat-traveling-di-tengah-pandemi-covid-19-I5YDVrKjTZ.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

MAYORITAS masyarakat Indonesia ternyata masih khawatir traveling naik transportasi umum. Selain itu, mereka juga takut menginap di hotel selama pandemi Covid-19.

Menurut data dari McKinsey, isu pertama yang tengah dihadapi industri pariwisata Indonesia saat ini berkaitan dengan 'Fear Factor' yang merundung masyarakat. Disebutkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia khawatir tentang penggunaan layanan transportasi umum, bepergian menggunakan pesawat, dan menginap di hotel.

Kemudian isu dominan kedua terkait pariwisata adalah soal daya beli. Menurut data dari McKinsey, terlihat 3/4 dari konsumen mengalami penurunan pendapatan dan penurunan nominal tabungan yang dialami masyarakat.

Baca Juga: Terbang ke Bali di Era New Normal Gampang Kok, Ini Syaratnya

pesawat

Dari data ini bisa disimpulkan bahwa secara logika masyarakat hanya akan mengeluarkan uang untuk kebutuhan pokok karena pendapatan yang menurun. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pun menyoroti dua isu utama yang menghambat upaya pemulihan sektor pariwisata yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

"Pengeluaran untuk berwisata akan menjadi hal yang sekunder bagi kebanyakan orang. Ini tentu menjadi tantangan bagi kami untuk membangkitkan industri pariwisata pascapandemi, dan membantu industri pariwisata bertahan di tengah pandemi," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima Okezone, Kamis (24/9/2020).

Maka dari itu, lanjut Menparekraf Wishnutama, Kemenparekaf terus melakukan berbagai upaya mengembalikan kepercayaan wisatawan. Salah satunya menjalankan program sertifikasi CHSE gratis, bagi industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Program ini akhirnya mendapat respons positif dari Komisi X DPR RI. Mereka menyepakati pagu anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk tahun anggaran 2021 sebesar Rp4.907.148.382.000.

Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 19,4 persen atau sebesar Rp795.710.814.000 dari pagu indikatif (ancar-ancar pagu anggaran) TA 2021 sebesar Rp4.111.437.568.000.

Unsur pimpinan dan anggota Komisi X DPR RI memberikan apresiasi atas upaya keras Kemenparekraf/Baparekraf membangun geliat pemulihan dan peningkatan implementasi protokol kesehatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Harapan kami anggaran bisa dipergunakan sebaik-baiknya agar dapat memberikan dampak terhadap pemulihan ekonomi dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Agustina Wilujeng Pramestuti selaku pimpinan sidang mewakili seluruh pimpinan dan anggota Komisi X.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini