5 Hal Penting Harus Traveler Tahu tentang Museum Musik Indonesia

Muhammad Hafizh Arya Pradana, Jurnalis · Kamis 24 September 2020 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 408 2282933 5-hal-penting-harus-traveler-tahu-tentang-museum-musik-indonesia-wQDDOmrMin.jpg Koleksi Museum Musik Indonesia (Foto portalmusikmalang.com)

KOTA Malang memiliki berbagai museum yang cocok untuk sarana menambah pengetahuan. Untuk suka musik, kota di Jawa Timur ini juga punya Museum Musik Indonesia (MMI). Ini museum seni musik satu-satunya di Indonesia.

Terletak di lantai 2 Gedung Kesenian Gajayana, Jalan Nusakambangan, Kota Malang, museum ini menyimpan rapi koleksi berbagai musik karya musisi lokal dan mancanegara.

Baca juga: Menikmati Panorama Alam nan Menawan dari Puncak Gunung Ijo

Musik yang dikoleksi di sini mulai dari dalam bentuk piringan hitam, kaset jadul hingga CD. Ada juga poster dan alat-alat musik. Pengunjung bukan hanya bisa melihat saja, tapi diizinkan juga untuk memainkan.

"Museum ini harus hidup, harus ada interaksi antara museum dengan pengunjungnya," kata Hengki Herwanto, seorang pendiri MMI seperti dikutip dari Malang Local Guides, Kamis (24/9/2020).

Berikut 5 fakta menarik dari Museum Musik Indonesia seperti dikutip dari Instagram @infowisatamlg :

1. Peresmian

Pada 2015, Galeri Malang Bernyanyi bertransformasi menjadi Museum Musik Indonesia. Museum ini diresmikan pada 19 November 2016 dan didaftarkan secara resmi ke Kementerian Hukum dan HAM.

2. Harga tiket dan jam operasional

Harga tiket masuknya hanya Rp5000 per orang. Biaya tiket masuk digunakan oleh manajemen untuk biaya maintance dan pengembangan museum. Sebagian fasilitasnya bisa disewa untuk acara-acara formal seperti perpisahan, ulang tahun, konser, dan sebagainya.

Museum ini buka tiap hari dari pukul 10.00 hingga 17.00 WIB.

3. Fasilitas

Alat musik maupun koleksi lagu-lagu di MMI sebagian besar donasi dari masyarakat umum maupun pemerintah dari berbagai provinsi yang berkunjung ke museum ini.

Buat Anda yang ingin menampilkan pertunjukan musik, pihak museum juga menyediakan satu set drum dan keyboard yang bisa dimainkan kapan pun. Anda juga bisa mencoba berbagai pakaian daerah dan memainkan alat musik dari Sabang hingga Merauke. Beberapa di antaranya angklung, gamelan, dan sasando.

4. Koleksi

Hingga 2018, Museum Musik Indonesia menyimpan 26.000 koleksi. Mulai dari kaset, leaflet, CD, poster, buku musik, piringan hitam, peralatan audio hingga alat musik koleksi dari para musisi.

Koleksi ini ada yang berasal dari dalam negeri dikategorikan berdasarkan provinsi dan ada juga dari luar negeri dikategorikan berdasarkan negaranya.

Selain dikategorikan berdasarkan wilayah negara, di sana juga ada beberapa barang yang dikategorikan berdasarkan genre musiknya. Menariknya, di museum musik ini juga terdapat kostum dari koleksi para musisi. Semua koleksi lawas yang ada masih dalam kondisi bagus dan dapat didengarkan.

Sekitar 60 sampai 70 persen koleksi di MMI berasal dari sumbangan sukarela dari musisi Tanah Air. Sedangkan sisanya berasal dari musisi luar negeri.

Sebagian besar koleksi yang dimiliki museum ini memang berupa rekaman-rekaman lama.

5. Penelitian Musik

Karena koleksinya lengkap dan terdokumentasi dengan baik, Museum Musik Indonesia juga sering jadi tempat bagi peneliti-peneliti musik dari dalam maupun luar negeri sengaja datang ke sini untuk mencari referensi bagi penelitian mereka.

Peneliti ternama dari mancanegara yang pernah datang untuk kebutuhan riset ke MMI di antaranya Prof. Andrew Weintraub (University of Pittsburg, Pennsylvania, Amerika Serikat) dan Anne K. Rasmussen (profesor Music & Ethnomusicology dari William & Mary College, Virginia, Amerika Serikat). Keduanya pernah mengambil referensi dari koleksi yang dimiliki MMI.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini