Belanja Pariwisata Harus Dioptimalkan agar Ekonomi Nasional Pulih

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 25 September 2020 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 406 2283505 belanja-pariwisata-harus-dioptimalkan-agar-ekonomi-nasional-pulih-DonWtNCwQ0.jpg Deretan menteri di kawasan wisata Bintan. (Foto: Dimas/Okezone)

EKONOMI nasional bisa pulih kembali didukung dengan sektor pariwisata. Apalagi banyak masyarakat daerah menggantungkan pendapatannya di bidang pariwisata.

Selain ekonomi nasional, sektor pariwisata juga paling mudah dan terbuka untuk menyerap tenaga kerja. Bahkan jumlah tenaga kerja di bidang pariwisata terus naik sejak tahun 2010.

Untuk mendorong pemulihannya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menjelaskan bahwa pemerintah telah merumuskan sejumlah strategi dan program khusus.

Baca Juga: Aksi Nicholas Saputra Tegur Bule Nakal di Bali, Netizen: Rahimku Terasa Hangat

menko

“Salah satunya, optimalisasi belanja pemerintah di sektor pariwisata dengan membuat event seperti Rakorpim hari ini, yang kita lakukan untuk mendorong dimulainya kegiatan wisata dan MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) di lokasi destinasi wisata,” ujar Menko Airlangga Hartarto saat membuka Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), di Kawasan Wisata Lagoi, Bintan, Kepulauan Riau, Jumat (25/9/2020).

Dalam Rakorpim ini, Menko Airlangga mengatakan bahwa pemerintah kembali melakukan monitoring dan evaluasi atas capaian dan realisasi Program PC-PEN, sebagaimana dilaksanakan setiap pekan oleh komite.

Selaku Ketua Komite PC-PEN, Menko Airlangga menjelaskan bahwa pelaksanaan protokol kesehatan dengan kampanye 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) dalam rangka mengurangi tingkat infeksi perlu disertai dengan penegakan disiplin. Tak terkecuali di daerah wisata.

“Bahkan perlu melibatkan aparat keamanan, Polri dan TNI secara aktif, disertai dengan pengenaan tindakan mulai dari teguran hingga tindakan pidana,” tegas Menko Airlangga.

Uji coba penegakan disiplin dalam pelaksanaan protokol kesehatan yang dilakukan di 8 + 1 Provinsi dengan tingkat infeksi dan penularan tinggi (zona merah), juga dilaporkan telah menunjukkan hasil yang baik. Penegakan disiplin ini pun akan terus dipertahankan beberapa bulan ke depan, supaya menjadi zona kuning dan kemudian ke zona hijau.

Menko Airlangga menambahkan, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara klaster juga mulai menghasilkan kemajuan, sehingga isolasi akan dilaksanakan berdasarkan sumber penularan tanpa mengorbankan tempat lain.

“Kita belajar bahwa pendekatan one size fit all tidak tepat, karena memang setiap lokasi, klaster memang beda, sehingga program penanganan covid 19 pun akan berbeda pula sesuai dengan karakter lokasi/klaster tersebut,” jelas Menko Airlangga.

Langkah ini akan diperluas dan dilanjutkan supaya tingkat imunitas masyarakat meningkat secara signifikan hingga vaksin ditemukan dan terdistribusi dengan baik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini