Wisatawan Domestik Masih Jadi Fokus Pengembangan Pariwisata Pasca-Pandemi

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 25 September 2020 18:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 406 2283894 wisatawan-domestik-masih-jadi-fokus-pengembangan-pariwisata-pasca-pandemi-h9OGZrPTue.jpg Ilustrasi. (Foto: Independent)

PMERINTAH Indonesia telah mengeluarkan stimulus dalam jumlah besar guna menangani pandemi Covid-19. Total alokasi dana yang dianggarkan untuk tahun ini dilaporkan mencapai Rp695 triliun.

Dana tersebut akan digunakan untuk penyediaan fasilitas kesehatan, bantuan sosial, dan berbagai kebijakan relaksasi, termasuk menstimulus sektor pariwisata yang sangat terdampak oleh pandemi Covid-19.

Terkait hal ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan bahwa jumlah stimulus tahun depan kemungkinan besar akan terjadi penurunan.

Baca Juga: Belanja Pariwisata Harus Dioptimalkan agar Ekonomi Nasional Pulih

luhut

"Jadi ini stimulus kita tahun ini Rp695 triliun. Mungkin tahun depan turun jadi Rp500 triliun. Tapi dari dana itu bisa kita gunakan beberapa ratus triliun untuk kegiatan dan program yang lebih produktif seperti pengelolaan food estaste hingga sektor pariwisata. Sehingga bisa memberikan dampak positif yakni, penambahan lapangan kerja dan pemasukkan negara," ujarnya saat ditemui di sela-sela Rapat Koordinasi Pimpinan Komite Penanganan Covid-19, di kawasan Lagoi, Bintan, Kepulauan Riau, Jumat (25/9/2020).

Untuk sektor pariwisata sendiri, lanjut Menko Luhut, pemerintah masih tetap fokus menggaet wisatawan domestik, serta mendorong pembangunan destinasi-destinasi wisata lokal. Kebijakan ini setidaknya akan berlangsung hingga akhir tahun ini.

Salah satu contoh rencana pengembangan yang tengah digencarkan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi saat ini adalah, memodernisasi Pelabuhan Batu Ampar menjadi green port atau pelabuhan ramah lingkungan pertama di Indonesia.

Bila berjalan dengan lancar, Pelabuhan Batu Ampar nantinya tidak hanya sekadar dijadikan lokasi bongkar muat saja, tetapi juga menjadi daya tarik wisata baru bagi wisatawan.

Pelabuhan Batu Ampar itu sedang dalam tahap perbaikan karena kita mau bikin green port. Kita tidak boleh kalah dengan Singapura. Kita harus bikin lebih bagus dari mereka. Kalau Singapura bisa, kenapa kita tidak bisa? Kalau Johor bisa, kenapa kita tidak bisa? Jadi bukan dalam konteks macam-macam, tetapi kita harus memacu diri kita supaya bisa sama bahkan lebih baik dengan negara lain," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini