Sepasang Badak Jawa Terekam Kamera di Taman Nasional Ujung Kulon

Ilham Rachmatullah, Jurnalis · Minggu 27 September 2020 10:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 27 406 2284402 sepasang-badak-jawa-terekam-kamera-di-taman-nasional-ujung-kulon-vNPq7HwLkc.JPG Penampakan Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon (Foto: Rhino Foundation Int'l)

BADAK Jawa atau badak bercula satu kecil adalah anggota famili Rhinocerotidae dan merupakan satu dari lima jenis badak di dunia yang masih ada.

Spesies ini kini statusnya sangat kritis, dengan hanya sedikit populasi yang ditemukan di alam bebas dan langka di kebun binatang manapun.

Badak ini kemungkinan adalah mamalia terlangka di bumi. Sekitar 40-50 ekor populasi badak hidup di Taman Nasional Ujung Kulon di Pulau Jawa, Indonesia.

Setiap tanggal 22 September, dunia memperingati Hari Badak. Ini adalah salah satu upaya untuk lebih mengenal badak, sebagai satwa yang paling terancam punah.

Melansir laman Seasia, sepasang anak Badak Jawa yang sangat langka muncul di Taman Nasional Ujung Kulon. Fakta ini memunculkan harapan besar bagi masa depan salah satu mamalia paling terancam di dunia ini.

Baca juga: Berwisata Aman ke Bintan di Era Corona

Anak badak betina bernama Helen dan jantan bernama Luther, tampak bersama induknya dalam rekaman yang diambil dari hampir 100 titik kamera pengintai yang dipasang di berbagai sudut Taman Nasional Ujung Kulon antara periode Maret dan Agustus.

Di ujung paling barat Pulau Jawa di Provinsi Banten, Ujung Kulon adalah habitat liar terakhir Badak Jawa yang tersisa. Setelah bertahun-tahun populasi hewan tersebut menurun, kehadiran anak badak Jawa baru ini membuat jumlah mamalia langka tersebut saat ini tersisa 74 ekor di alam liar.

Ujung Kulon merupakan Taman Nasional tertua di Indonesia yang sudah diresmikan sebagai salah satu warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO sejak tahun 1991.

Pemerintah Indonesia kini telah mensurvei daerah lain di pulau Jawa dan Sumatra untuk merelokasi keberadaan badak ini dari bahaya aktivitas Gunung Krakatau, gunung berapi aktif yang tidak jauh dari taman nasional tersebut.

“Kelahiran ini membawa harapan besar bagi kelangsungan hidup badak Jawa khususnya yang terancam punah,” ujar pejabat senior Kementerian Lingkungan Hidup, Wiratno.

Badak Jawa memiliki lipatan-lipatan kulit yang kendur sehingga terlihat seperti memakai lapisan pakaian pelindung.

Mereka pernah berjumlah ribuan ekor di seluruh Asia Tenggara, tetapi kini populasi mereka terus menyusut akibat perburuan liar yang merajalela dan rusaknya habitat asli tempat tinggal mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini