Arab Saudi Kembali Izinkan Visa Turis Awal Tahun Depan

Minggu 27 September 2020 20:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 27 406 2284572 arab-saudi-kembali-izinkan-visa-turis-awal-tahun-depan-jdNwaqWKO8.JPG Bandara King Abdul Aziz, Arab Saudi (Foto: Saudigazette)

ARAB Saudi berencana menerbitkan kembali visa turis pada awal 2021. Pemerintah Arab Saudi sebelumnya melakukan penangguhan selama berbulan-bulan demi menekan angka penyebaran virus corona.

Menteri Pariwisata Kerajaan Arab Saudi, Ahmed al-Khateeb berujar bahwa pariwisata merupakan pilar utama dari strategi reformasi ambisius Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman untuk mengurangi ketergantungan ekonomi pada minyak.

Melansir dari laman VOA Indonesia, Minggu (27/9/2020), Arab Saudi menginginkan sektor pariwisata menyumbang 10 persen dari produk domestik bruto pada 2030. Pihak Kerajaan sebelumnya telah membuka pintunya bagi turis asing pada September 2019 dengan meluncurkan skema visa baru untuk 49 negara.

Baca juga: Objek Wisata di Kuala Lumpur Paling Diburu Wisatawan

“Untuk visa turis, sampai sekarang kita bicarakan awal tahun depan. Jika keadaan menjadi lebih baik atau jika perkembangan positif sehubungan dengan vaksin, kami mungkin mempercepat dan memilikinya lebih awal,” kata al-Khateeb.

Sekadar diketahui, pada akhir Februari lalu, Saudi menutup perbatasannya bagi peziarah asing dan turis dari setidaknya 25 negara. Pada bulan Maret, Saudi menutup akses semua perjalanan masuk dan keluar negara.

Khateeb menjelaskan, sektor pariwisata Saudi telah mengalami pukulan dan diperkirakan akan mengalami penurunan 35-45 persen pada akhir tahun. Namun, fokus kerajaan pada pariwisata domestik selama musim panas ikut membantu meredam pukulan tersebut.

“Pandemi ini adalah risiko sistematis yang menimpa semua orang.,” kata Khateeb. “Kami melihat pertumbuhan pariwisata domestik sebesar 30 persen dari tahun ke tahun yang melampaui harapan kami," tuturnya.

Dalam kampanye musim panasnya, Saudi mempromosikan 10 tujuan wisata, dari pantai dan hutan hingga puncak gunung dan kawasan bersejarah untuk dikunjungi warga dan penduduk sebagai pengganti berlibur ke luar negeri.

Promosi itu dilakukan untuk membantu meningkatkan rasio hunian rata-rata di hotel menjadi 80 persen.

Arab Saudi telah melaporkan 332.790 kasus Covid-19 dan sejauh ini 4.655 kematian. Tingkat infeksi mengalami penurunan yang stabil selama beberapa pekan terakhir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini