Apa yang Terjadi Jika Kebudayaan Cirebon Berbaur dengan Korea?

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 28 September 2020 16:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 406 2285041 apa-yang-terjadi-jika-kebudayaan-cirebon-berbaur-dengan-korea-i1yl4q3rrw.jpg Ilustrasi. (Foto: Instagram/@ruryavianti)

CIREBON menjadi kota wisata penuh sejarah, seni dan budaya. Sampai pemerintah Korea tertarik menyatukan budayanya dan diperkenalkan kepada generasi muda zaman now?

Lewat ajang Official Development Assistance (ODA), masyarakat bisa melihat kolaborasi budaya Cirebon dan Korea yang inovatif. Perhelatan ini yang digagas oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Republik Korea (Ministry of Culture, Sports and Tourism of Republic of Korea/MCST) dan Korea Arts and Culture Education Services (KACES), ARCOLABS, Pemerintah Kota Cirebon, dan Sinau Art.

Baca Juga:  Berwisata di Chinatown Singapura, Ini 5 Hal Bisa Anda Dilakukan

cirebon

Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, SH, mengatakan, kolaborasi ini sangat penting dulakukan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Bahkan sepanjang sejarah, Cirebon selalu menjadi tempat meleburnya beragam kebudayaan dan tradisi.

"Kita sudah terbiasa dengan kolaborasi, kita semua adalah bagian dari masyarakat sehingga kita harus bekerja sama sesuai kapasitas kita demi menciptakan masa depan yang lebih baik untuk semua," ujarnya dalam acara Made in Cirebon virtual, baru-baru ini.

Kepala Tim Hubungan Internasional KACES Serin Kim Hong mengatakan, seni dan budaya juga bisa menjadi aset berharga dari sebuah bangsa. Sementara Cirebon punya kekayaan seni dan budaya yang patut dipelajari banyak kalangan.

“Akan sangat menarik melihat kemungkinan konten pendidikan seni dan budaya yang bisa dikembangkan dari kota yang sangat multikultural dan memilki akar tradisi yang kuat,” tambahnya.

Generasi muda akan belajar banyak tentang wayang, karawitan, seni tari, seni lukis hingga seni kriya khas Cirebon. Pengenalannya bisa lewat film, animasi, serta desain grafis.

Melihat kolaborasi ini, Direktur Arcolabs Jeong Ok Jeon ikut bangga dan mau berpartisipasi. Baginya hal ini menjadi pertama kalinya bekerja dengan orang-orang baru yang ditemui.

"Kami pun belajar bahwa dalam keterbatasan dan program ini bisa tetap berjalan lancar dan efektif,” ujar Jeon.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini