Gunung Semeru Kembali Dibuka, Pendakian Dibatasi 2 Hari dan Wajib Registrasi Online

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 29 September 2020 19:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 29 406 2285552 gunung-semeru-kembali-dibuka-pendakian-dibatasi-2-hari-dan-wajib-registrasi-online-fnAbPpqlOp.jpg Pendakian Gunung Semeru, Jawa Timur (Dok Okezone)

BALAI Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membuka kembali jalur pendakian Gunung Semeru mulai Kamis 1 Oktober 2020, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Pendaki harus booking tiket atau daftar dulu secara online sebelum menjelajah gunung tertinggi di Pulau Jawa ini. Pendaftaran dilakukan melalui website resmi Booking Pendakian Semeru lalu ikuti petunjuk seperti tertara di lama tersebut.

Baca juga: Pendakian Gunung Semeru Kembali Dibuka 1 Oktober 2020

Sukaryo (Cakyo), relawan Gunung Semeru mengatakan, pemberlakuan sistem online telah ada sebelum pandemi Covid-19 dan masih relevan diterapkan sekarang. Karena ini mudah untuk memonitor keberadaan pendaki serta tracing bila terjadi hal-hal buruk.

"Untuk booking online ini sudah dilakukan sejak tahun 2017. Efektifnya memang di tahun 2018, sedangkan 2019 itu kan sempat terjadi kebakaran. Sekarang 2020 ada pandemi Covid-19. Seharusnya pendaki sudah familiar, karena tahun 2018 sudah 100% digunakan. Jadi waktu itu tidak ada satu pun pendaki yang melakukan pembelian tiket secara langsung," ujar Cakyo saat dihubungi Okezone, Selasa (29/9/2020).

 

Selain menerapkan protokol kesehatan, otoritas Gunung Semeru juga juga membatasi kuota pendakian menjadi 20% dari kapasitas normal yakni 600 orang.

Jadi, hanya 120 pendaki saja per hari yang diperkenankan memasuki kawasan Gunung Semeru untuk pendakian. Balai Besar TNBTS juga membatasi durasi pendakian yakni 2 hari 1 malam.

"Kenapa durasinya dibatasi jadi 2 hari 1 malam, ini untuk meminimalisir pengunjung agar tidak terlalu lama di dalam kawasan. Karena kondisi kita sekarangkan sedang pandemi. Dan pembukaan Gunung Semeru pada 1 Oktober nanti itu baru percobaan tahap pertama," jelas Cakyo.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini