Mengenal Chuseok, Tradisi Mudik Rayakan Panen Besar di Korea Selatan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 30 September 2020 21:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 30 406 2286342 mengenal-chuseok-tradisi-mudik-rayakan-panen-besar-di-korea-selatan-FHPtMSFzNd.jpg Tradisi chuseok di Korea Selatan (Foto seoulbeats.com)

OKTOBER bulan sangat spesial bagi warga Korea Selatan. Di bulan inilah, dilangsungkan Chuseok, festival budaya terbesar di negara tersebut. Apa itu Chuseok?

Melansir lama Allkpop, Rabu (30/9/2020), Chuseok merupakan festival panen utama dan hari libur nasional selama tiga hari di Korea Selatan.

Chuseok biasanya dirayakan secara besar-besaran pada hari ke-15 bulan ke-8 kalendar lunar. Di waktu inilah sayuran, biji-bijian, serta buah-buahan yang ditanam petani lokal matang dan siap untuk dipanen.

Baca juga:  Pesona Pulau Pari, Surga Wisata di Jakarta

Untuk merayakan keberhasilan panen tersebut, warga Korea Selatan biasanya akan pulang ke kampung halaman mereka. Mereka juga tampil mengenakan pakaian tradisional, memasak beragam hidangan lezat, dan memberi penghormatan kepada leluhur.

 ilustrasi

Chuseok (coppamagz.om)

Tahun ini, Chuseok jatuh pada hari Kamis 1 Oktober. Pemerintah Korea Selatan pun telah menetapkan hari libur nasional mulai dari Rabu 30 September-Jumat 2 Oktober mendatang.

Baca juga: Jalan-Jalan ke Myeongdong, Jangan Lupa Cicipi 5 Street Food Khas Korea Ini

Sayangnya, di masa pandemi Covid-19, berbagai acara untuk memperingati Chuseok terpaksa dibatalkan. Padahal, banyak selebriti hingga idol group Korea yang kerap membagikan potret keseruan mereka saat merayakan festival tersebut.

Sebagian di antara mereka bahkan turut tampil dalam balutan pakaian tradisional Korea yang dikenal dengan nama Hanbook. Potret mereka selalu dinantikan para penggemar K-pop.

Namun seperti yang sempat disinggung sebelumnya, Chuseok bukan sekadar perayaan makan-makan besar seperti Thanksgiving festival di negara-negara barat.

 

Warga Korea punya tiga tugas 'penting' yang harus mereka lakukan selama festival berlangsung. Berikut ulasannya;

Bulcho (membersihkan makam keluarga/leluhur)

 

Gulma atau rerumputan liar yang tumbuh di sekitar makam keluarga selama musim panas, harus dipetik dan dibersihkan. Ini merupakan tugas penting bagi setiap anggota keluarga, karena Korea termasuk negara yang sangat menjaga nama baik keluarga.

Kuburan dengan ilalang yang masih tumbuh disekitarnya (setelah festival Chuseok) akan membuat orang lain menganggap bahwa mereka memiliki anak yang tidak pantas, dan dianggap memalukan bagi keluarga.

Sungmyo (memberi penghormatan di makam keluarga/leluhur)

Selain membersihkan makam, seluruh anggota keluarga yang masih hidup juga harus memberikan penghormatan secara langsung di depan makam leluhur mereka. Caranya dengan membungkukkan badan, lalu mempersembahkan minuman beralkohol, buah-buahan, daging, dan shikhye (minuman tradisional Korea).

Charye (menyediakan meja persembahan)

Terakhir, setiap anggota keluarga harus menyediakan meja persembahan untuk leluhur mereka. Meja persembahan ini harus ditata dengan teliti dan sesuai dengan tradisi. Seperti menyalakan lilin sebelum minuman beralkohol dituangkan ke dalam tiga cangkir yang berbeda.

Kemudian, mereka juga harus membungkukkan badan sebanyak dua kali setelah melakukan ritual tersebut. Selain itu, setiap hidangan juga harus disajikan di tempat-tempat yang telah ditetapkan.

Setelah melaksanakan tiga tugas penting itu, mereka bisa bersantai menyantap hidangan sembari bercengkerama dan bermain dengan keluarga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini