Kemenparekraf Kembangkan Wisata Wellness di Tengah Corona

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 30 September 2020 20:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 30 406 2286345 new-normal-kemenparekraf-kenalkan-wisata-wellnes-cEaIdkTr4U.jpg Ilustrasi. (Foto: Kemenparekraf)

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan mengembangkan potensi wisata wellness atau wisata minat khusus pascapandemi Covid-19. Potensi wisata ini dipilih untuk menjaga kebugaran tubuh wisatawan di era new normal.

Direktur Hubungan Antarlembaga Kemenparekraf K. Candra Negara mengatakan, wisata wellness sebenarnya telah mulai dikembangkan oleh pelaku wisata dan ekonomi kreatif di Indonesia sejak 2012. Candra menilai masa new normal menjadi waktu yang tepat untuk mengembangkan potensi wisata ini.

“Wisata wellness ini menjadi salah satu sektor pariwisata yang bisa berkembang dengan pesat di masa adaptasi kebiasaan baru. Wisata wellness yang ini punya kaitan yang sangat erat dengan pergeseran tren wisata di Tanah air dari mass tourism ke quality tourism jadi kita dapat menyesuaikan diri dengan keadaan saat ini dan menciptakan peluang-peluang baru,” kata Candra seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima Okezone, Rabu (30/9/2020).

Baca Juga:  Menkes Terawan Nginap di Resor Mewah Pulau Bintan, Pesan Apa Aja?

rempah

Candra menambahkan, saat ini pemerintah juga tengah berusaha membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Yakni lewat penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).

Penerapan ini, lanjut Candra, juga harus diterapkan di sektor wisata wellness ke depannya. Karena wisatawan tentu akan merasa nyaman saat jalan-jalan.

“Selama masa pandemi, fokus utama bagi pemulihan sektor wellness adalah menerapkan standar prosedur untuk mendukung protokol normal baru, menyiapkan sarana dan prasarana dengan menerapkan protokol CHSE, strategi pemasaran produk dan manajemennya serta meningkatkan kualitas SDM dalam aktivitasnya,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Wisata Alam, Budaya, dan Buatan Kemenparekraf Alexander Reyaan. Dia mengatakan, Indonesia memang memiliki potensi wisata wellness yang sangat besar.

Hal ini karena banyaknya bahan baku yang diperlukan bagi produk wisata wellness. Seperti rempah-rempah dan tanaman obat tumbuh dan berkembang di Indonesia.

Selain itu, Indonesia juga kaya akan keanekaragaman obat-obatan tradisional yang berperan besar dalam kelangsungan wisata wellness. Kendati demikian, diperlukan sinergi yang kuat antara berbagai kementerian dan lembaga dengan pelaku wisata wellness, agar kegiatan wisata ini dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Hubungan antarkelembagaan yang baik antara pelaku UMKM, dalam hal ini wisata wellness dengan kementerian dan lembaga terkait dapat mempermudah perizinan dan dokumen-dokumen yang diperlukan seperti izin BPOM, sertifikat halal, dan lain sebagainya dapat tersedia. Sehingga, hal ini dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan untuk menjajal wisata wellness tersebut,” ujar Alexander.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf Yuana Rochma Astuti menambahkan, aturan tentang wisata wellnes di Tanah Air tengah disusun. Termasuk membentuk pasar produk-produk yang berkaitan dengan wisata wellnes.

“Untuk digital marketing, kami bisa bantu melalui media sosial yang kami miliki. Untuk penjualan produknya bisa melalui situs-situs e-commerce yang sudah ada,” ucap Yuana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini