Ubi Rebus hingga Telur Asin, Makanan Pokok Para Pahlawan

Putri Aliya Syahidah, Jurnalis · Jum'at 02 Oktober 2020 09:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 301 2286967 ubi-rebus-hingga-telur-asin-makanan-pokok-para-pahlawan-23QC9DX6q5.jpg Ilustrasi. (Foto: Paleoleap)

PERISTIWA penjajahan menjadi sangat berarti sebelum akhirnya Indonesia dinyatakan merdeka. Ada banyak makanan yang dikonsumsi para pahlawan saat siaga bertempur di medan perang.

Pada waktu itu, belum ada makanan yang beraneka ragam dan memiliki rasa enak seperti sekarang. Para pahlawan akan mengonsumsi makanan yang direbus atau disajikan secara sederhana, karena saat itu peralatan memasak belum secanggih seperti sekarang.

Berikut telah Okezone rangkum dari berbagai sumber lima makanan tradisional yang dikonsumsi oleh para pahlawan.

Ubi dan singkong rebus

 singkong

Jenis umbi-umbian ini sekarang sangat mudah ditemui. Memiliki tampilan yang sederhana, namun rasanya istimewa dan mengandung karbohidrat. Jika mengonsumsi satu buah saja dapat mengenyangkan perut.

Di masa penjajahan, nasi merupakan makanan yang mewah dan hanya kalangan tertentu saja yanng dapat mengonsumsinya. Oleh karena itu, para pahlawan kerap menyantapnya untuk sarapan dengan ubi dan singkong rebus.

Baca Juga: Musim Gugur dan Musim Dingin, Waktu Tepat Berlibur ke Jepang

Leughok

Makanan yang satu ini berasal dari Aceh dan dibawa sebagai bekal untuk para pahlawan karena kandungan gizinya yang baik. Karena terbuat dari remasan pisang masak dicampur beureune (sagu) kemudian dibungkus daun pisang dan dikukus, makanan ini mampu menahan rasa lapar. Kuliner khas penjajahan dari Kota Serambi Mekkah ini memiliki bentuk yang padat, rasanya sedikit asin dengan aroma khasnya, dan disajikan dengan kelapa parut.

Nasi Tiwul

Berbahan dasar singkong yang dikeringkan lalu ditumbuk dan saat dikonsumsi memiliki cita rasa yang manis dan gurih. Sajian khas Jawa ini menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia karena pada saat itu, pemerintahan Jepang tidak menyukai olahan ini. Karena berbahan dasar singkong yang mengandung karbohidrat dapat dijadikan pengganti nasi.

Telur Asin

telur

Pada masa perang, telur asin menjadi salah satu lauk yang sering dibawa karena keawetannya tahan lama dan cangkangnya yang tebal sehingga tidak mudah pecah. Mengandung zat besi yang mampu menjaga kesehatan tubuh dari berbagai penyakit, sehingga telur asin menjadi sajian favorit yang dibawa oleh para pejuang kemerdekaan.

Cara memakannya pun praktis, Anda hanya perlu mengupas cangkangnya, kemudian siap dimakan. Nah, kini telur asin menjadi oleh-oleh yang dapat ditemui di jalur mudik daerah Brebes, Jawa Tengah.

Nasi Jagung

Pada zaman dahulu, beras sulit ditemui saat masa paceklik datang. Sehingga masyarakat yang berada di pedesaan mengonsumsi jagung sebagai pengganti nasi.

Untuk mengonsumsinya, digunakan jagung yang sudah tua atau disebut jagung pipil. Protein tinggi yang terkandung di dalamnya, dapat meningkatkan kekuatan otot tubuh dan di setiap biji jagung kuning mengandung karotenoid, seperti lutein dan zeaxanthin yang berfungsi untuk kesehatan jagung serta meningkatkan imunitas.

Beberapa makanan tradisional yang biasa disantap oleh para pahlawan tersebut saat ini masih mudah ditemui. Selain praktis, makanan tersebut juga tinggi nilai gizi yang membuat tubuh akan lebih sehat dan kuat.

Harganya pun masih terjangkau dibandingkan dengan makanan kekinian. Selamat mencoba, ya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini