Wisata Wellness Bisa Sehatkan Tubuh Sekaligus Lestarikan Alam

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 01 Oktober 2020 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 406 2286794 wisata-wellness-bisa-sehatkan-tubuh-sekaligus-lestarikan-alam-PIPwfHb42P.jpg Ilustrasi. (Foto: Fatkhur Rohim)

WISATA wellness atau wisata minat khusus diprediksi akan booming pascapandemi Covid-19. Pada dasarnya, potensi wisata wellness mendorong para wisatawan untuk senantiasa menjaga kesehatan tubuh selama melakukan aktivitas wisata.

Potensi inilah yang dinilai sangat layak untuk dikembangkan di era new normal hingga pasca pandemi Covid-19. Hal tersebut tidak terlepas dari pergeseran perilaku wisatawan.

Bila dulu konsep wisata lebih mengarah kepada kuantitas (mass tourism), dengan adanya wisata wellness ini maka aktivitas wisata cenderung mengedepankan kualitas (quality tourism). Namun dalam pengembangannya, wisata wellness juga tak luput dari sejumlah kendala dan tantangan.

Baca Juga: Asyik Gunung Kerinci Buka Jalur Pendakian, Kuota Terbatas

wisata

Hal ini disampaikan oleh Ahyak Ulumuddin alias Ki Ageng Ropet, salah satu pelaku wisata di Pulau Iyang, Sumenep, Jawa Timur. Menurutnya, salah satu tantangan yang kini tengah dihadapi oleh masyarakat dan pelaku wisata di Pulau Gili Iyang adalah terkait dengan pengadaan fasilitas penunjang.

Padahal, potensi wisata yang dimiliki Gili Iyang tak kalah dengan destinasi-destinasi domestik maupun mancanegara lainnya. Potensi dan daya tarik Gili Iyang terletak pada kadar oksigennya yang tertinggi di Indonesia, bahkan menduduki posisi kedua di dunia setelah Yordania.

Dalam arti lain, Gili Iyang sebetulnya sangat cocok untuk dikembangkan di era new normal, bila pemerintah memang fokus mengembangkan wisata berbasis minat khusus.

Namun mengingat konsep wisata minat ini khusus belum terlalu familiar di kalangan wisatawan Indonesia, secara tidak langsung berdampak pada proses pengadaan fasilitas atau bantuan dari pemerintah.

"Tantangan yang kita hadapi sekarang ini masih minim bantuan dari pemerintah. Kadang ada bantuan, tapi masih belum terarah. Padahal potensi wisata wellness itu harus ditunjang dengan fasilitas-fasilitas pendukung, terutama untuk di Pulau Gili Iyang ini," terang Ki Ageng Ropet, saat dihubungi Okezone via sambungan telepon, Kamis (1/10/2020).

Selain itu, lanjut Ki Ageng Ropet, Sumber Daya Manusia (SDM) di Gili Iyang juga harus ditingkatkan. Pasalnya, diperlukan treatment khusus untuk melestarikan alam yang menjadi daya tarik utama pulau tersebut.

Maka diperlukan pelatihan-pelatihan yang intensif dan berkelanjutan guna mengembangkan kemampuan para pelaku wisata lokal, dalam hal ini adalah warga Gili Iyang itu sendiri.

"Sementara ini kita memang sudah melakukan pelatihan-pelatihan dari tingkat Kabupaten dan Provinsi tetapi hanya secara umum. Contohnya terkait pengelolaan homestay, kuliner, dan unsur-unsur hospitality lainnya. Bahkan sudah banyak pula yang bersertifikat," kata Ki Ageng Ropet.

"Kalau bisa dari pihak pemerintah atau Kemenparekaf, bisa menyediakan pelatihan tentang tata cara melestarikan alam. Karena potensi utama daerah kami kan kadar oksigennya yang tinggi. Jadi perlu pelatihan-pelatihan khusus bagaimana cara mengelolanya, agar tidak tercemar dan lain sebagainya," tandas Ki Ageng Ropet.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini