Kota Riyadh Kini Dipercantik dengan Dekorasi Kaligrafi Arab

Mustafidhotul Ummah, Jurnalis · Jum'at 02 Oktober 2020 02:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 406 2286896 kota-riyadh-kini-dipercantik-dengan-dekorasi-kaligrafi-arab-swrhb1ACx5.jpg Riyadh (Shutterstock)

SENIMAN mendekorasi Riyadh dengan kaligrafi Arab sebagai bagian dari upaya pemerintah setempat mempercantik Ibu Kota Arab saudi.

Riyadh sedang bertransformasi dengan beberapa proyek pembangunan untuk meningkatkan standar hidup masyarakat dan lingkungan berkelanjutan sejalan dengan standar internasional.

Pemerintah sedang berupaya membuat Riyadh lebih hijau, selain menghiasi infrastruktur kota dengan karya seni.

Baca juga: Wisata Kuliner di Sulsel, Traveler Harus Coba 5 Makanan Khas Ini 

Salah seorang yang terlibat dalam inisiatif kaligrafi adalah seniman grafiti Noura bin Saidan. Ia ingin kota itu menjadi yang terindah di dunia dalam hal seni dan desain.

“Inisiatif itu diluncurkan pada Maret 2020,” kata Noura seperti dilansir dari Arab News, Kamis (1/10/2020).

“Saya merancang tempat itu dan memilih warna yang sesuai untuk terowongan di Jalan Raja Khalid, yang dekat dengan kota warisan Diriyah. Warna yang saya gunakan juga terinspirasi dari warisan kota. Kesempatan ini kami manfaatkan untuk mengikuti Tahun Kaligrafi Arab 2020 yang dipimpin oleh Kementerian Kebudayaan.”

Dia menggunakan font Thuluth untuk menulis lirik lagu kebangsaan Arab Saudi menjelang Hari Nasional di negara itu.

Menurutnya ide ini adalah untuk membuka ruang yang lebih luas bagi seniman berpartisipasi dalam proyek semacam itu.

"Setelah mendapatkan persetujuan untuk desainnya, kami memilih beberapa seniman berdasarkan pengalaman mereka dalam jenis seni ini."

Bin Saidan adalah Wakil Presiden Divisi Seni dan Arsitektur Omran Society dan memiliki sebuah studio bernama ns4art. Kecintaannya pada grafiti dan mural dimulai dengan tesis masternya tentang peran seni dalam mempercantik jalan dan terowongan.

“10 tahun kemudian mimpi itu menjadi kenyataan dan saya mulai mewarnai Riyadh,” katanya.

Para seniman telah pindah ke terowongan berikutnya, di Jalan Raja Fahd, bernama Alun-alun Kairo, yang merupakan salah satu kegiatan Hari Nasional Arab Saudi ke-90. Dia mengatakan proyek terowongan membutuhkan waktu tujuh hari untuk menyelesaikannya.

Bin Saidan berkata bahwa orang-orang senang dengan hasil akhirnya dan bahwa dia telah dihubungi oleh pemerintah kota dari berbagai bagian Kerajaan tentang bekerja dengan mereka.

Cuaca Riyadh dan lokasi proyek merupakan beberapa tantangan yang dihadapi Bin Saidan dan timnya, karena sebagian besar situs berada di jalan raya.

Dan, meski mempercantik jalan dan terowongan bukanlah proyek pertamanya, dia menganggapnya sebagai salah satu proyek utamanya.

“Masih banyak proyek yang akan datang, tapi kami menunggu persetujuan akhir.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini