Pengembangan Wisata Wellness Harus Berdayakan Masyarakat Lokal

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 02 Oktober 2020 08:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 406 2286921 pengembangan-wisata-wellness-harus-berdayakan-masyarakat-lokal-4tULoF2Me9.jpg Ilustrasi (Kemenparekraf)

RENCANA pengembangan wisata wellness atau wisata minat khusus oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), mendapat tanggapan dari Leida Hanifa Amaliah, anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Leida meminta pemerintah memberdayakan warga lokal dalam pengembangan wisata wellness, sehingga perekonomian mereka membaik.

Baca juga: Kemenparekraf Kembangkan Wisata Wellness di Tengah Corona

Leida setuju dengan rencana pengembangan wisata tersebut, namun dengan sejumlah catatan. Terutama terkait segmen wisatawan yang disasar Kemenparekraf.

"Komisi X selalu mendorong Kemenparekraf untuk memperbanyak variasi event dan jenis pariwisata. Termasuk didalamnya terkait wellnes. Ini upaya untuk meluaskan segmen wisatawan yang hadir ke Indonesia," kata Leida saat dihubungi Okezone, Kamis (1/10/2020).

Variasi event dan jenis pariwisata, lanjut Leida, sangat penting untuk menyajikan pengalaman-pengalaman tambahan bagi wisatawan yang memang memiliki minat khusus ketika berwisata. Secara tidak langsung, strategi ini juga dapat menambah masa tinggal atau leng of stay dibandingkan wisatawan reguler.

Terkait jenis wisatanya, Leida menyarankan agar Kemenparekraf mendorong pengembangan wisata dengan menitikberatkan pada konsep self healing dan relaxing atau penyembuhan diri dan relaksasi.

"Apa saja bentuk wisata yang menjanjikan? Memang harus dibuat market researchnya terlebih dahulu, karena masing-masing wisata pasti ada keunikannya," terang Leida.

 

Dalam pengembangannya nanti, Leida juga berpesan Kemenparekraf senantiasa memastikan standar protokol kesehatan berjalan dengan baik. Seperti diketahui, guna meningkatkan kembali kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara, Kemenparekraf telah meluncurkan program bertajuk Indonesia Care (I Do Care).

Tujuan utama dari Indonesia Care adalah mempromosikan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment). Protokol inilah yang menjadi acuan Kemenparekraf dalam mencegah penyebaran wabah Covid-19 di daerah-daerah wisata, sekaligus untuk menumbuhkan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.

"Selain memperhatikan standar CHSE atau protokol kesehatan, pengembangan destinasi juga tidak boleh bertentangan dengan norma dan budaya lokal. Selain itu, Kemenparekraf juga harus mendorong pemberdayaan masyarakat lokal," tandas Leida.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini