Gili Iyang, Pulau Berkadar Oksigen Tertinggi Kedua di Dunia

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 01 Oktober 2020 20:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 408 2286865 gili-iyang-pulau-berkadar-oksigen-tertinggi-kedua-di-dunia-U4gAm3Z0e3.JPG Objek Wisata Gili Iyang di Sumenep, Madura, Jawa Timur (Foto: Dok. Pribadi/Fatkhur Rohim)

PEMERINTAH tengah menggencarkan pengembangan destinasi wisata wellness atau minat khusus selama masa adaptasi new normal. Sebagai negara yang dianugerahi kekayaan alam dan keanekaragam budaya, potensi wisata minat khusus di Indonesia memang sangat beragam.

Beberapa daerah bahkan memiliki ciri khas tersendiri. Sebut saja Pulau Gili Iyang di Sumenep, Jawa Timur. Namanya mungkin belum terlalu familiar di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, daya tarik yang ditawarkan oleh Gili Iyang tidak kalah dengan destinasi-destinasi wisata wellness lainnya.

Menurut penjelasan Ahyak Ulumuddin, salah satu pelaku wisata di Pulau Gili Iyang, daya tarik utama wisata Gili Iyang terletak pada fakta bahwa kadar oksigen di tempat ini masuk dalam kategori tertinggi di dunia.

Gili Iyang berada di posisi kedua di dunia untuk kadar oksigen tertinggi, dan menduduki peringkat pertama untuk kadar oksigen tertinggi di Indonesia.

"Fakta ini didapatkan melalui berbagai penelitian di awal tahun 2000-an oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Lalu tahun 2005-2006 dilanjutkan oleh LIPI. Kesimpulannya, oksigen yang ada di Gili Liyang itu bukan berasal dari tumbuhan. Tetapi dari sirkulasi udara hasil pertemuan angin Jawa dan angin Kalimantan yang berlangsung di atas Pulau Gili Iyang," ujar Ki Ageng Ropet saat dihubungi Okezone via sambungan telefon, Kamis (1/10/2020).

Lebih lanjut, Ki Ageng Ropet menjelaskan, dari hasil sirkulasi udara tersebut, pada siang hari kadar oksigen di Gili Iyang menyentuh angka 20,9 persen dan 21 persen di malam hari. Bahkan saat penelitian berlangsung, kadar oksigen sempat menyentuh angka 30 persen.

Objek Wisata Gili Iyang

Sementara di daerah-daerah lain, kadar oksigen rata-rata berkisar antara 17-18 persen. Artinya, kadar oksigen di Pulau Gili Iyang 3 persen hingga 4 persen di atas normal. Namun untuk saat ini, kadar oksigen tertinggi di dunia masih diduduki Yordania dengan total 31 persen.

"Tetapi di Yordania itu lokasinya di Laut Mati yang tidak bisa disambangi wisatawan. Berdasarkan pengalaman dari orang-orang yang pernah ke Laut Mati, di sana ada pusaran yang sangat kencang sehingga menghasilkan pasokan oksigen yang lebih tinggi," ungkapnya.

Secara tidak langsung, lanjut Ki Ageng Ropet, hal ini membuktikan bahwa Gili Iyang adalah destinasi yang tepat bagi wisatawan yang memiliki minat khusus pada wisata berbasis wellness.

Selain menikmati pemandangan alam yang memesona, wisatawan juga dapat menjaga kebugaran tubuh dengan melakukan berbagai aktivitas menarik.

"Kebanyakan wisatawan yang datang ke sini memang memiliki minat khusus. Biasanya mereka berolahraga untuk menunjang kebugaran tubuh, seperti yoga, jogging, hingga bersepeda keliling pulau," tutur dia.

Lebih lanjut, Ki Ageng Ropet menjelaskan, dari segi akses dan fasilitas pun sudah sangat memumpuni. Untuk menuju ke Pulau Gili Iyang, wisatawan dapat menggunakan pesawat terbang dengan rute Surabaya-Sumenep.

Sayangnya, di masa pandemi Covid-19, rute tersebut terpaksa ditutup. Sebagai alternatif, wisatawan dapat menggunakan jalur darat dengan waktu tempuh sekira 4 jam menuju Pelabuhan Dungkek. Lalu melanjutkan perjalanan dengan perahu kayu selama kurang lebih 30 menit saja.

Sesampainya di Pulau Gili Iyang, wisatawan dapat langsung menuju 5 penginapan yang telah disediakan pihak pengelola, atau menginap di homestay atau rumah-rumah warga. Setelah itu, wisatawan dapat langsung menjajal berbagai aktivitas menarik.

Salah satu aktivitas yang direkomendasikan adalah mengelilingi Pulau Gili Iyang sembari menikmati udara segar menggunakan sepeda onthel. Tidak perlu khawatir, wisatawan hanya memerlukan waktu kurang lebih 1 jam saja untuk mengeksplorasi seluruh area pulau.

Objek Wisata Gili Iyang

"Jadi saat malam hari bisa bersantai di luar rumah atau penginapan. Kemudian pagi harinya jalan-jalan keliling Gili Iyang pakai sepeda onthel. Jaraknya hanya 9 km saja kok," papar Ki Ageng.

Tak hanya itu, karena destinasi ini mengusung konsep wisata wellness atau minat khusus, wisatawan juga dapat mengikuti berbagai kegiatan tradisional yang sangat kental dengan kearifan lokal. Mulai dari mengayam daun lontar, membajak sawah, dan masih banyak lagi.

"Idealnya main ke Pulau Gili Iyang itu 2 hari 1 malam. Tetapi tamu yang sering saya terima itu staynya rata-rata 3 hari 2 malam. Selain menikmati minat khusus, di Gili Iyang itu juga ada spot-spot instagramable, keindahan baharinya juga sangat cantik. Jadi wisatawan tidak hanya menikmati oksigen tapi menikmati keindahan alam," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini