Mau Naik Gunung Semeru? Nih 5 Tips Buat Pendaki Pemula

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 01 Oktober 2020 22:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 549 2286938 mau-naik-gunung-semeru-nih-5-tips-buat-pendaki-pemula-SlPd3kfMsE.jpg Gunung Semeru. (Foto: Okezone)

PENDAKIAN Gunung Semeru resmi dibuka kembali pada Kamis (1/10/2020). Kabar pembukaan Semeru pun disambut baik oleh para pencinta alam Indonesia.

Bahkan, kuota pendakian dilaporkan telah terpenuhi untuk jadwal beberapa minggu ke depan. Gunung Semeru memang menyuguhkan pemandangan alam yang memesona, dan rute pendakian yang relatif cukup aman bagi para pendaki pemula.

Tak pelak, sejak kabar pembukaan Gunung Semeru tersebar di media sosial, banyak pendaki yang berencana menjajal pendakian di gunung tersebut. Di antara Okezoners pun pasti sudah ada yang ingin segera naik gunung Semeru.

Nah, bagi Anda yang tertarik untuk mendaki Gunung Semeru, berikut Okezone rangkumkan beberapa tips mendaki gunung untuk para pemula. Seperti dijabarkan Sekjen Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia Rahman.

Persiapan fisik

Poin yang satu ini tak hanya berlaku bagi para pemula saja, tetapi bagi semua orang yang hendak melakukan pendakian gunung dengan medan dan rute yang berbeda-beda.

"Persiapan fisik itu penting, apalagi kalau mendaki gunung dengan tingkat kesukitan yang tinggi. Selain itu, kita kan juga sempat libur naik gunung karena Covid-19. Jadi sebelum mendaki gunung harus benar-benar menyiapkan fisik yang prima", kata Rahman saat dihubungi Okezone via sambungan telepon, beberapa waktu lalu.

Jenis latihan fisik yang dianjurkan antara lain jogging, push-up, sit-up, dan bersepeda. Idealnya, latihan fisik dilakukan satu bulan sebelum pendakian.

"Metode latihannya bisa seminggu 2-3 kali jogging dengan durasi minimum 30 menit. Ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan tubuh kita menyerap oksigen. Otot kaki pun jadi lebih siap saat melakukan perjalanan jauh. Begitu pula dengan otot punggung, yang nantinya akan membawa beban cukup berat (keril). Itulah sebabnya dianjurkan untuk push-up dan sit-up," ungkap Rahman.

Persiapan teknis

 mendaki

Selanjutnya memastikan persiapan teknis terpenuhi dengan baik. Mulai dari manajemen perjalanan, seperti apa rencana, agenda dan jadwalnya, termasuk mempelajari medan, cuaca, dan kondisi alam.

Baca Juga: Dessert Korea Bingsu, Manjakan Lidah saat Cuaca Panas

Peralatan dan perlengkapannya pun harus sesuai dengan standar keamanan. Perlengkapan ini terbagi menjadi dua kategori, perlengkapan pribadi, dan perlengkapan kelompok.

"Perlengkapan pribadi itu seperti pakaian lapangan, pakaian hangat, membawa rain coat, dan memakai sepatu yang proper (sepatu gunung). Kalau perlengkapan kelompok seperti tenda, perlengkapan masak, dan logistik. Ingat, perbekalan harus benar-benar mencukupi karena aktivitas di gunung itu berat," tegas Rahman.

"Suhu di sana kan lebih dingin, jadi tubuh membutuhkan asupan makanan yang lebih baik, harus ada unsur 4-5 sempurna, menyiapkan makanan berkalori tinggi, dan minum yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik," timpalnya.

Persiapan teknis yang tidak kalah pentingnya mempelajari navigasi serta memperbanyak informasi seputar penanganan-penangan penyakit di gunung seperti Hipotermia.

"Setidaknya kita harus tahu dulu gejala-gejala awalnya, dan bagaimana memberikan pertolongan pertama," tuturnya.

Kemampuan terkait kemanusian

semeru

Kemampuan terkait kemanusiaan, kata Rahman, berkaitan dengan sikap dan mental positif sang pendaki itu sendiri. Contohnya ketika Anda menyambangi tempat baru, Anda harus menghormati kebudayaan dan kearifan lokal. Jangan lakukan perilaku tidak etis yang dapat menyinggung warga setempat.

"Ini juga menyangkut tentang semangat untuk saling menjaga satu sama lain. Sesama pendaki harus saling mengingatkan dan menyemangati. Kalau ada teman yang butuh istirahat, ya kita harus perhatikan dan menjaga mereka. Jangan egois," tegas Rahman.

Kemampuan kelingkungan hidup

semeru

Terakhir ada persiapan tentang kemampuan kelingkungan hidup. Ini berkaitan tentang etika-etika di alam terbuka, terutama menyangkut konservasi atau kelestarian alam.

"Naik gunung jangan nyampah, kita harus jaga kelestarian alam juga. Kalau itu dilakukan dengan baik, diri kita selamat, alam pun terjaga," imbuhnya.

Gabung komunitas atau gunakan jasa pemandu

Rahman menyarankan agar para pendaki pemula bergabung dalam komunitas pencinta alam. Sehingga saat hendak melakukan pendakian gunung, mereka bisa mengajak anggota yang berpengalaman untuk memandu proses pendakian.

"Alternatif lainnya bisa menggunakan jada pemandu dan operator. Sekarang sudah banyak pemandu yang tersertifikasi," tandas Rahman.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini