Traveler Harus Tahu, Ini 4 Fakta Menarik Tradisi Chuseok di Korea

Jaya Wanda Puspa Bekti, Jurnalis · Sabtu 03 Oktober 2020 00:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 02 406 2287365 traveler-harus-tahu-ini-4-fakta-menarik-tradisi-chuseok-di-korea-6hkYXkyYqa.jpg Tradisi chuseok di Korea Selatan (Foto seoulbeats.com)

CHUSEOK merupakan festival merayakan tradisi panen besar sekaligus hari berterima kasih nasional di Korea Selatan. Saat Chuseok tiba, negara memberlakukan libur nasional sehingga orang-orang bisa mudik. Warga berkumpul dengan keluarga berbagi makanan, cerita dan berterima kasih kepada leluhur.

Tahun ini, chuseok jatuh pada 1 Oktober 2020. Tapi, sehari sebelumnya sudah berlaku libur nasional hingga empat hari berikutnya. Liburan chuseok memberikan kesempatan untuk mengingat budaya dan tradisi Korea.

Baca juga:  Mengenal Chuseok, Tradisi Mudik Rayakan Panen Besar di Korea Selatan

Berikut empat fakta tradisi chuseok dirangkum dari beberapa sumber:

1. Arti Kata Chuseok

Chuseok adalah sebuah festival panen utama dan hari libur nasional selama 3 hari di Korea Selatan. Chuseok dirayakan secara besar-besaran pada hari ke-15 bulan ke-8 kalender lunar.

Perayaan ini berupa pesta makan untuk mengucapkan terima kasih atas keberhasilan panen, sehingga disebut juga sebagai hari panen atau festival bulan musim panen

 ilustrasi

2. Tradisi dan Adat Istiadat Selama Chuseok

Pagi hari dihari Chuseok, anggota keluarga berkunjung untuk melakukan upacara peringatan yang disebut "Charye" untuk menghormati leluhur mereka. Charye dilakukan dua kali dalam setahun pada seollal (tahun baru imlek) dan Chuseok.

Selama Chuseok, beras yang baru di panen, alkohol, dan songpyeon (kue beras berbentuk setengah bulan) disiapkam sebagai persembaham untuk leluhur keluarga. Setelah berdoa, anggota keluarga duduk bersama di meja untuk menikmati makanan lezat.

Tradisi lainya adalah mengunjungi makam leluhur keluarga, "seongmyo" merupakan tradisi kuno yang masih dilakukan untuk menunjukan rasa hormat kepada leluhur. Selama seongmyo anggota keluarga membersihkan makam dan memberi penghormatan kepada almarhum dengan upacara yang sederhana.

 

3. Permainan Tradisional Masyarakat

Karena Chuseok adalah perayaan panen, periode liburan dibuat meriah dengan berbagai hiburan dan permainan tradisional. Seperti Samulnoni (perkusi tradisional), Talchum (tari topeng), Ganggangsullae (tarian melingkar Korea), dan Ssireum (gulat tradisional).

Ganggangsullae dilakukan oleh para wanita yang mengenakan Hanbok (pakaian tradisional korea) dan berpegangan tangan sambil bernyanyi bersama.

Tarian ganggangsullae memiliki beberapa cerita tentang asal mulanya, salah satu cerita yang paling terkenal mengatakan bahwa tarian tersebut berasal dari Dinasti Joseon (1392-1910), ketika tentara Korea mendandani wanita muda desa dengan seragam tentara untuk mengelilingi pegunungan.

Tak tik ini dipergunakan untuk mengelabui tentara musuh agar berfikir bahwa tentara Korea memiliki jumlah yang lebih banyak dibandingkan tentara musuh. Dengan tak tik ini tentara Korea banyak menikmati hasil kemenangan.

4. Makanan Khas Chuseok

 

Songpyeong adalah salah satu makanan terpenting yang mewakili chuseok. Songpyeong dibuat dengan tepung beras yang diuleni dan dibentuk menyerupai setengah bulan, lalu diisi dengan wijen, buncis, kacang merah, dan makanan bergizi lainya. Selama proses pengukusan, songpyeon dilapisi dengan daun pinus untuk menambah aroma harum.

Sudah menjadi tradisi lama bagi seluruh keluarga di Korea untuk membuat songpyeon bersama. Sebuah anekdot kuno mengatakan bahwa orang yang membuat songpyeon dengan indah maka akan memiliki anak yang cantik.

Makanan lainnya bisa berupa minuman keras tradisional dan jeon (pancake Korea). Jeon dibuat dengan mengiris ikan, daging dan sayuran lalu menggorengnya dengan adonan tepung dan telur, mereka sangat cocok disajikan dengan minuman keras tradisional Korea.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini