Jalan-Jalan ke Terogong, Kampung Wisata Batik Betawi

Eka Putri Wahyuni, Jurnalis · Sabtu 03 Oktober 2020 02:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 02 408 2287569 jalan-jalan-ke-terogong-kampung-wisata-batik-betawi-MMfaUMbQ9D.jpg Perajin batik Betawi di Kampung Terogong, Cilandak, Jakarta Selatan (Eko Purwanto/Koran Sindo)

JAKARTA memiliki kampung batik khas betawi. Di sini para pengunjung tidak hanya melihat dan membeli batik, namun juga bisa belajar langsung bersama perajin batik.

Masyarakat Betawi sudah memproduksi batik sejak zaman Belanda, khususnya di Kampung Terogong, Jalan Terogong 3, Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan.

Baca juga: Hari Batik Nasional, Yuk Jelajahi 4 Kampung Batik di Indonesia

Budaya pengembangan batik Betawi sempat redup karena modernisasi. Pada 2012, perajin batik Betawi, Siti Laila menghidupkan kembali Terogong sebagai kampung batik, untuk melestarikan batik khas Betawi yang hampir punah.

“Berdirinya Batik Betawi Terogong ini diawali dengan keresahan kami sebagai orang Betawi, di mana Betawi ada di Jakarta dan banyak batik di jual di Jakarta dari berbagai pelosok daerah. Sementara di Jakarta sendiri sejak saya kecil itu memang sudah banyak orang membatik di Kampung Terogong ini,” ujar pendiri Batik Betawi Terogong, Siti Laila seperti dikutip dari video iNewsTV, Jumat (2/10/2020).

Di Kampung Batik Betawi Terogong ini para pengunjung dapat mempelajari batik, berbelanja batik dengan beragam pilihan, melihat proses pembuatan batik, bahkan bisa langsung belajar membatik dari para perajin.

Yanti, seorang perajin batik Betawi di Kampung Terogong bangga bisa melestarikan budaya membatik.

“Saya juga menambah ilmu ya, lagi pula nambah penghasilan ya buat sehari-hari lah ya,” ujarnya.

“Menurut saya sangat luar biasa bagus, karena disamping melestarikan kebudayaan Betawi, batik sekarang kan bapak Presiden Jokowi saja istilahnya bagaimana bisa mempertahankan batik,” ujar Sri, pengrajin batik lainnya.

Batik Betawi Terogong memiliki ciri khas warna yang terang dan motif yang unik berciri khas kota Jakarta seperti ondel-ondel, alat musik tanjidor atau landmark Ibukota seperti Monas dan Patung Pancoran. Proses pembuatan batik betawi serupa batik lainnya, yaitu corak dijiplak ke atas kain kemudian pembatik memagari gambar dengan lelehan lilin batik (malam) yang dialirkan melalui canting sehingga menghalangi zat pewarna masuk ke kain nantinya.

Setelah pencantingan selesai maka kain dicelupkan ke pewarna, dicuci dengan air panas sehingga malam luruh dan menyisakan corak. Hingga akhirnya menjadi kain batik yang cantik dan siap pakai.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini