Objek Wisata Api Abadi Mrapen Padam Sepekan Terakhir

Minggu 04 Oktober 2020 09:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 04 406 2288100 objek-wisata-api-abadi-mrapen-padam-sepekan-terakhir-Y8DZCo6e0W.jpg Api Abadi Mrapen. (Foto: Okezone)

API Abadi Mrapen di Grobogan, Jawa Tengah padam sepekan terakhir. Selama pandemi Covid-19, objek wisata ini juga tutup.

Fenomena alam ini terbilang mengejutkan lantaran api tersebut abadi. Objek wisata terkenal ini berada di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Camat Godong Bambang Hariyono mengungkapkan, api tersebut padam sejak sepekan terakhir. Menurutnya, belum diketahui pasti penyebab api abadi itu padam.

“Sudah sepekan Api Abadi Mrapen padam. Sudah dilakukan pengecekan oleh ESDM. Namun mengenai penyebab padamnya belum diketahui,” jelasnya, dilansir Okezone dari Solopos

Sementara menurut Kades Manggarmas, Achmad Mufid, Api Abadi Mrapen tidak seketika padam. Namun berlangsung bertahap, awalnya api terlihat meredup baru setelah itu, api padam.

 Api abadi

“Peristiwa ini sudah kita laporkan pada instansi terkait. Dinas terkait sudah meninjau ke lokasi. Mengenai tindak lanjutnya belum tahu,” terangnya.

Mufid mengatakan, objek wisata di Grobogan itu sudah tutup cukup lama, sejak ada pandemi Covid-19. Sehingga tidak ada kunjungan wisatawan ke lokasi ikonik tersebut.

Kepala Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan, Teguh Yudi Pristiyanto, mengatakan, pemerindah daerah sudah melakukan pengecekan ke Api Abadi Mrapen pada Rabu 30 September 2020, sore hingga malam. Pada pengecekan awal, tidak tercium bau gas dari lokasi api abadi.

“Sudah kita lakukan pengecekan awal. Dari hasil pengecekan tersebut memang apinya padam karena tidak ada suplai gasnya. Laporan yang kami terima, api padam sejak tanggal 25 September 2020,” kata Teguh Yudi melalui Kasi Energi Sinung Sugeng Arianto.

Sinung menjelaskan, pada tanggal 12 September 2020, sempat ada semburan air bercampur gas saat pengeboran sumur yang lokasinya tidak jauh dari Api Abadi Mrapen. Semburan itu akhirnya ditutup warga dan pihak desa dengan koral. Namun air dan gas masih merembes keluar dari lubang sumur bor.

“Adanya semburan gas dari pengeboran sumur itu belum bisa kita pastikan apakah berkaitan dengan padamnya api atau tidak. Untuk menentukan ini, perlu dilakukan kajian lebih lanjut,” kata Sinung.

Selama ini Api Abadi Mrapen yang menjadi objek wisata selalu menjadi tempat pengambilan api untuk acara olahraga dan keagamaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini