Liburan ke Flores, Jangan Lupa Cicipi 6 Kuliner Tradisional Ini

Ika Widi Oktavina, Jurnalis · Senin 05 Oktober 2020 10:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 05 301 2288462 liburan-ke-flores-jangan-lupa-cicipi-6-kuliner-tradisional-ini-FZVBWRQGwg.jpg Kuliner Flores se'i (pedomanwisata.com)

LAMA tersembunyi dalam bayang-bayang tetangganya yang lebih terkenal Bali, Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) muncul sebagai tujuan wisata yang unik. Flores tidak hanya menjadi titik awal petualangan Anda ke Pulau Komodo, sarang para komodo, Flores juga diberkahi dengan banyak keajaiban seperti Danau Gunung Kelimutu, situs arkeologi Gua Liang Bua, dan desa tradisional seperti Bena dan Compang Ruteng.

Baca juga: 5 Spot Diving Terbaik di Sumbawa, Bikin Model Kelly Tandiono Jatuh Cinta

Dengan lebih dari 50 lokasi penyelaman yang spektakuler, Flores adalah surga bagi para penyelam dan penggemar bawah air. Pulau ini juga dikelilingi oleh pantai yang indah dengan pasir putih mutiara yang lembut.

Selain objek wisata populer tersebut, masih ada sisi Flores yang seharusnya mendapat sorotan lebih, yaitu kulinernya. Pulau ini juga memiliki berbagai makanan tradisional yang nikmat, jajanan, hingga minuman nikmat yang akan melengkapi petualangan total Anda

Dilansir dari Indonesia Travel, berikut 6 makanan dan minuman tradisional Flores :

1. Ubi Nuabosi

Ubi Nuabosi merupakan salah satu jenis ubi jalar yang sangat populer di Flores. Ubi jalar diolah dengan berbagai cara, bisa dengan cara direbus, digoreng, atau dipanggang. Masyarakat Flores biasanya menyajikannya bersama ikan asin kering atau hidangan lainnya. Di sini, Ubi Noubosi merupakan sumber karbohidrat dan berperan sebagai pengganti nasi. 

ilustrasi

Ubi nuabosi (merahputih.com)

2. Jawada

Jawada adalah jajanan manis tradisional khas Flores yang berbentuk segitiga dengan warna coklat keemasan yang cantik. Terdiri dari pasta tipis yang mirip dengan glass noodles, Jawada menyerupai rambut keriting, yang kemudian mendapat julukan sebagai "kue rambut". 

Baca juga: Berburu Kuliner Minang Tanpa Kalap

Jawada terbuat dari tepung beras, gula aren, santan, dan garam. Adonan tersebut didorong melalui lubang-lubang kecil yang dibuat pada batok kelapa hingga membentuk bentuk seperti rambut tipis. Adonan tersebut kemudian digoreng agar tetap kerenyahannya. 

3. Catemak Jagung

Catemak Jagung atau Jagung Catemak merupakan salah satu makanan penutup yang sangat populer di Flores, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Terbuat dari jagung, kacang tanah, kacang hijau, dan labu kuning, ini benar-benar hidangan yang menyehatkan. 

Meski dikenal sebagai makanan penutup yang disantap setelah hidangan utama, Catemak Jagung merupakan hidangan yang gurih dan bukan pencuci mulut.

4. Tapa Kolo

Secara harfiah, "Tapa" berarti dibakar dan "Kolo" berarti nasi dalam bambu, jadi Tapa Kolo adalah nasi yang dimasukkan ke dalam bambu kecil dan kemudian dimasak di atas api terbuka. Ini merupakan sajian khas yang biasanya disajikan untuk ritual dan upacara adat serta acara lainnya.

Tidak hanya nasi biasa yang digunakan, nasi untuk Tapa Kolo merupakan nasi merah spesial yang oleh penduduk setempat disebut "Deal aka". Tapa Kolo biasanya disajikan dengan ayam, babi, atau daging lainnya. 

5. Se'i

Bagi pecinta daging, Se'i adalah suguhan yang sempurna. Se'i adalah daging asap yang dimasak dengan metode tradisional di Flores. Se'i biasanya menggunakan daging sapi atau babi, tetapi terkadang ikan juga digunakan. Untuk membuat Se'i, daging diletakkan di atas api terbuka dengan ketinggian yang relatif lebih tinggi dari pada pemanggangan.

Dengan cara ini, bukan apinya yang memasak daging, tapi asap panasnya.

Untuk itulah dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk membuat Se'i dibandingkan dengan barbequing meat. Penduduk setempat biasanya mengiris daging asap segar dan langsung memakannya atau memasaknya kembali dicampur dengan berbagai macam sayuran.

6. Minuman Moke

Minuman khas Flores adalah Moke yang dianggap oleh masyarakat Flores sebagai simbol persahabatan dan keramahtamahan. Minuman tersebut terbuat dari nektar kelapa sawit yang disuling dan diolah menggunakan teknik tradisional.

Ada dua jenis Moke yaitu White Moke dan Black Moke. White Moke terbuat dari nektar kelapa sawit yang disadap, sedangkan Black Moke adalah White Moke yang telah melalui proses penyulingan lebih lanjut yang meningkatkan kandungan alkoholnya dan mengubahnya menjadi minuman keras khas Flores.

"Kalau habis minum itu rasanya hampir sama kayak abis minum alkohol, cuma moke lebih keras lagi. Buat lek-lekan kalau kata orang jawa mah," ujar Venny, warga asal Flores.

Minuman Moke biasanya terdapat di acara pernikahan dan kedukaan di Flores. Sama seperti minuman alkohol lainnya, moke juga memiliki batasan usia untuk meminumnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini