Strategi Kemenparekraf Kembangkan Wisata Wellness di Masa Pandemi Covid-19

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 06 Oktober 2020 10:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 06 406 2289034 strategi-kemenparekraf-kembangkan-wisata-wellness-di-masa-pandemi-covid-19-l5ByBTO6rE.JPG Salah satu objek wisata wellness di Sumba Timur, NTT (Foto: Instagram/@abdulfikarjafar)

DIREKTUR Hubungan Antarlembaga Kemenparekraf, K. Candra Negara, membeberkan sejumlah strategi yang telah disiapkan pihaknya untuk mengembangkan produk-produk wisata wellness.

Sebelumnya, Kemenparekraf memang diketahui tengah gencar mengembangkan wisata wellness, atau wisata minat khusus yang bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh wisatawan di masa adaptasi kebiasaan baru pascapandemi Covid-19. Hal ini tidak terlepas dari potensi besar yang dimiliki Indonesia.

"Wisata wellness itu sangat bisa kita kembangkan. Kalau melihat dari ekosistem bisnis, kita punya banyak sumber bahan bakunya. Indonesia itu kaya dengan bahan baku untuk mendukung wisata wellness. Contoh kecilnya rempah-rempah dan tanaman obat," papar Candra Negara saat berbincang dengan Okezone via sambungan telefon, Selasa (6/10/2020).

Baca juga: 4 Tips Wisata Bahari Aman dan Menyenangkan

Bahan baku tersebut, lanjut Candra, dapat dimaksimalkan dengan kebudayaan dan kearifan lokal suatu daerah. Misalnya pemanfaatan minyak kayu putih yang sering digunakan untuk menghangatkan tubuh.

Di banyak negara, minyak yang berasal dari tanaman eucalyptus itu digunakan dengan cara meneteskannya ke dalam air rebusan, lalu uap yang dihasilkan itulah yang dimanfaatkan sebagai aroma therapy.

Sementara di Indonesia, minyak kayu putih justru dapat langsung digosokkan ke permukaan kulit untuk menciptakan sensasi hangat.

"Jadi selain kaya dengan sumber bahan baku, local wisdom atau kearifan lokal kita juga menjadi nilai jual dan berpotensi untuk mengembangkan wisata wellness ini," ungkap Candra.

Lantas, apa strategi Kemenparekraf dalam mempromosikan produk-produk wellness dalam negeri agar dapat merambah kancah internasional?

Terkait hal ini, Candra mengatakan bahwa pihaknya telah menyusun sejumlah strategi, termasuk mendirikan sebuah market place khusus untuk mengumpulkan para pelaku UMKM yang memproduksi produk-produk wellness.

Para pelaku usaha tersebut, nantinya juga akan diajak berkolaborasi dengan sejumlah lembaga dan kementerian, guna memastikan standar produk agar benar-benar layak dijual secara luas.

"Kami sudah bikin platform khusus untuk produk wellness. Para pengrajin maupun produsen produk wellness juga akan bersinergi dengan Kementerian Kesehatan, supaya produk-produk yang dihasilkan bisa didaftarkan ke BPOM. Sehingga produk mereka bisa masuk ke pasar sesuai dengan standar. Ini semua sedang berjalan," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini