Penyedia Open Trip Labuan Bajo Tetap Bertahan dengan Tarif Lama

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 06 Oktober 2020 23:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 06 406 2289549 penyedia-open-trip-labuan-bajo-tetap-bertahan-dengan-tarif-lama-WPubxlJ0m1.jpg Kapal Wisata di Labuan Bajo (Foto: Utami/Okezone)

Sementara untuk fasilitas yang ditawarkan, setiap kapal sebetulnya memiliki konsep yang sama, baik reguler maupun phinisi. Mulai dari transport dari meeting point ke dermaga, kamar AC, makan selama trip, free flow air putih, local guide, snack dan coffee, hingga perlengkapan snorkeling.

Perbedaannya hanya pada ukuran kapal. Kapal regular memiliki lebar sekira 3.7 meter, sementara kapal phinisi lebarnya 5 meter.

"Kalau kapal phinisi ada kamar mandi di dalam kamar, kalau reguler memang sharing di luar. Lalu, di phinisi karena ruang geraknya lebih luas, ada entertainment seperti karaoke dan rooftop. Kapal regular ada rooftop tapi tidak ada entertainment," jelasnya.

Julio mengatakan, sejak pemerintah melongarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskal Besar (PSBB), wisatawan sudah mulai tertarik untuk kembali berwisata ke Labuan Bajo. Meski grafiknya masih sangat jauh dibandingkan tahun sebelumnya di periode yang sama.

"Kalau mau jujur dari bulan Agustus dan September kemarin kita minus besarnya untuk cost maintenance kapal. Oktober sepertinya bisa untung dikit lah. Tapi intinya, di 2020 ini bisa bertahan hidup dan bisa makan udah bersyukur banget," ulasnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini