Bendung Lepen Wisata Baru di Yogya, Tawarkan Sensasi Bermain dengan Ikan

Tim iNews TV, Jurnalis · Rabu 07 Oktober 2020 08:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 06 408 2289436 bendung-lepen-wisata-baru-di-yogya-tawarkan-sensasi-bermain-dengan-ikan-QlMIhoU5Uk.jpeg Bendung Lepen, Mrican, Giwangan, Yogyakarta (Harminanto/KrJogja)

SALURAN irigasi yang disulap jadi tempat budidaya ikan tidak hanya di Klaten, Jawa Tengah. Di Yogyakarta juga ada yakni di Bendung Lepen. Irigasi ini memiliki ribuan ikan dan menjadi primadona baru tujuan wisata warga lokal.

Melansir dari laporan iNews, Selasa (6/10/2020), setiap harinya anak-anak dan orang tua ramai berwisata ke Bendung Lepen di kawasan Mrican, Giwangan, Kota Yogyakarta.

Baca juga: Instagramable Banget, Ini 6 Spot Foto Favorit Milenial di Hutan Pinus Pengger

Pengunjung bisa bermain atau memberi makan ikan nila, tombro, dan koi atau sekadar bersantai di Taman Bendung Lepen. Sambil duduk di tepi selokan, bisa juga mencelupkan kaki ke air dan merasakan sensasi dikerumuni ikan atau tangan bermain-main dengan ikan.

Alam di sini asri dan lingkungannya bersih membuat wisatawan betah. Di taman ini juga tersedia pendopo-pendopo untuk santai dan jajanan kaki lima. Kemudian tebing dan dinding di sekitar ini juga dihiasi mural sehingga lebih kekinian.

Baca juga: Menikmati Pantai Drini Yogya, Pesonanya bak Tanah Lot Bali

Pengunjung bisa membeli pakan ikan lalu memberinya ke ribuan ikan hias di saluran irigasi.

Berwisata ke Bendung Lepen tak dipungut tiket masuk, tapi pengunjung bisa membayar seikhlasnya saja untuk kebersihan.

Sebelum disulap jadi tempat wisata edukasi, Bendung Lepen yang berada di hulu Kali Gajah Wong merupakan lokasi kumuh dan penuh sampah.

Lokasi ini kemudian dibersihkan lagi ditata dengan canti. Saluran irigasi dijadikan tempat budidaya ribuan ikan. Sekarang kawasan ini mampu menggerakkan ekonomi warga berkat kunjungan wisatawan.

Suradianto, Karang Taruna Mrican Giwangan menceritakan pembenahan Bendhung Lepen dimulai sejak 2017 hingga 2019.Warga memasang sekat-sekat untuk sampah agar air yang mengalir di Bendhung Lepen semakin bersih.

“Lalu muncul ide warga, untuk menebar benih ikan, dipilih nila dan tombro. Ditebarlah 1,5 kuintal benih dan ternyata menarik orang untuk datang. Mulai sejak itu datang 50 orang sehari, terus tambah sampai sekarang,” ujarnya seperti dikutip dari KrJogja.

Meski pandemi Covid-19, lokasi wisata Bendhung Lepen tetap buka dengan protokol kesehatan seperti wajib pakai masker, cuci tangan, dan cek suhu tubuh di lokasi.

Wisata Bendung Lepen dibuka dari pagi hingga malam, tapi waktu paling ramai pengunjung adalah sore.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini