Perajin Milenial Dilibatkan untuk Majukan Pariwisata Likupang

Subhan Sabu, Jurnalis · Rabu 07 Oktober 2020 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 07 406 2289693 perajin-milenial-dilibatkan-untuk-majukan-pariwisata-likupang-pnqsjoqahO.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

LIKUPANG yang terletak di Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara merupakan salah satu dari 5 Destinasi super prioritas. Perajin milenial diajak untuk memajukan pariwisata Likupang yang kian berkembang.

Likupang juga menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat pada 2019 lalu. Meski di tengah pandemi Covid-19, pengembangan sektor pariwisata Likupang terus digenjot pemerintah. Pembangunan kawasan tersebut terus berlanjut.

Dalam KEK Likupang akan dikembangkan resor, akomodasi, entertainment dan MICE. Sementara di luar kawasan akan dikembangkan pula Wallace Conservation Center dan Yacht Marina.

Pengembangan KEK bertujuan meningkatkan investasi, menciptakan lapangan pekerjaan dan membuat model terobosan pengembangan kawasan, melalui pengembangan industri dan jasa pariwisata bertaraf internasional. Pengembangan KEK Likupang yang berdaya saing tentunya dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak, seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat sekitar kawasan ekonomi khusus yang pembangunannya terus digenjot.

Selain regulasi yang menarik minat investor untuk berinvestasi di KEK Likupang, SDM juga sangat penting. Untuk itulah, dalam rangka mendukung Program Pembangunan Pariwisata pada 5 Destinasi Super Prioritas dan KEK Pariwisata, Dharma Wanita Persatuan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan berupa pelatihan wirausaha baru bagi perajin. Salah satunya dilakukan di daerah wisata Likupang dan sekitarnya, yang digelar di Paradaise Hotel Golf dan Resort Likupang.

Pelatihan Wirausaha Baru Bagi Para Perajin Pada Daerah Wisata Likupang yang digelar selama 5 hari, pada 6 sampai 10 Oktober 2020. Kegiatan ini bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, PT Telkom dan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas).

Baca Juga: Gisel dan Gempi Glamping di Maribaya Lembang, Ah Gemas

perajin

Ketua Bidang Usaha Wirausaha Baru Dekranas Endang Budi Karya Sumadi mengatakan, tujuan kegiatan tersebut untuk membimbing para pekerja milenial, maupun perajin-perajin pemula untuk bisa menghasilkan karya yang berkualitas. Kemudian akan diminati oleh turis baik lokal maupun internasional.

"Harapan kami dari Dekranas termasuk kementerian-kementerian yang bersinergi tentunya untuk kemajuan daerah Likupang ini khususnya untuk kerajinan souvenir bagi wisatawan yang datang ke Likupang," ujarnya, Rabu (7/10/2020).

Pelatihan yang diselenggarakan ini diikuti sekira 150 peserta dari kalangan milenial. Menurutnya, kriteria dari kementerian perhubungan merupakan pengrajin-pengrajin pemula.

"Dasarnya sudah perajin, tetapi ditingkatkan lagi kreativitasnya dengan kita mendatangkan pelatih-pelatih yang handal di bidangnya untuk melatih hasil karyanya," kata Endang Budi Karya Sumadi yang juga Penasehat Dharma Wanita Perhubungan ini.

Dia berharap, meski di tengah pandemi Covid-19, masyarakat masih bisa terus membangun dan melestarikan negeri ini. Serta mengembangkan produk-produk kerajinan berbasis sumber daya alam, tradisi dan warisan budaya yang sama-sama dibanggakan.

Endang juga mendorong, semua elemen pelaku usaha kerajinan untuk lebih peduli dan kreatif di era industri 4.0. Salah satunya dengan mendukung sektor pendidikan non formal atau vokasi untuk menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan tantangan dan kebutuhan di era sekarang.

 likupang

Kurikulum ini dimaksudkan untuk membuka akses bagi masyarakat. Guna mendapatkan ilmu dan pelatihan bidang kriya untuk menjadi wirausahawan atau wirausahawati, yang kompetitif dan produktif untuk mewujudkan produsen yang cerdas berbasis teknologi kekinian.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa hasil dari kerajinan ini nantinya yang terpenting adalah produknya dibuat dengan kualitas yang tinggi dan layak dipasarkan baik dalam maupun luar negeri, bisa dipasarkan secara konvensional atau pemasaran-pemasaran di wilayah Likupang.

"Untuk kementerian perhubungan nanti bisa dibantu pemasarannya dilingkungan perhubungan, bisa juga melalui pemasaran online," pungkasnya

Di tempat yang sama, Ketua Dekranasda Sulut Widyaningtyas Fatoni mengatakan, kegiatan tersebut sangat luar biasa, diadakan dalam rangka antara lain mengantisipasi Covid-19

"Dengan adanya kegiatan ini kita berharap teman-teman, adik-adik milenial bisa meningkatkan kreativitasnya, bisa memproduksi barang yang menjadi hasil sendiri, kualitasnya baik, bisa dipasarkan, bersaing baik di pasaran dalam negeri maupun luar negeri," pungkasnya

Adapun materi pelatihan yang disampaikan antara lain materi kewirausahaan, pelatihan kerajinan tangan, serta promosi dan distribusi.

Peserta pelatihan terbagi dalam 5 kelompok kerajinan, Kelompok Kerajinan Wastra, Kelompok Kerajinan Wastra (Kaos dan Masker), Kelompok Kerajinan Rotan Tikus, Kelompok Kerajinan Patung Kayu, dan Kelompok Kerajinan Batok Kelapa.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini