Gubernur NTT Minta Pembangunan Pariwisata di Labuan Bajo Berbasis Masyarakat

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 07 Oktober 2020 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 07 406 2289709 gubernur-ntt-minta-pembangunan-pariwisata-di-labuan-bajo-berbasis-masyarakat-bdLu7jG4NO.JPG Panorama objek wisata Labuan Bajo di NTT (Foto: Kemenparekraf)

GUBERNUR Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan, pariwisata yang berkelanjutan dapat terwujud jika memberi dampak positif bagi masyarakat. Sehingga pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo dan sekitarnya harus berbasis masyarakat.

Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dikatakannya juga harus dapat mendefinisikan pariwisata kualitas premium yang memberikan dampak ke masyarakat.

"Premium itu artinya mendesain seluruh pembangunan, mulai dari kebijakan pemerintah untuk kepentingan community tourism yang berkelanjutan," ujar Viktor Laiskodat saat menghadiri Forum Floratama 2020, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Rabu (7/10/2020).

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Utama BOPLBF, Shana Fatina. Dia mengatakan, untuk membangun Labuan Bajo dan Flores sebagai destinasi pariwisata super premium harus melibatkan masyarakat sebagai tokoh utama pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.

Baca juga: 4 Kafe Instagramable di Bandung, Asyik Buat Nongkrong

Kegiatan "Rapat Koordinasi Pengembangan Pariwisata Wilayah Koordinatif BOPLBF: Forum Floratama 2020 Menuju Pariwisata Berkelanjutan di Flores, Alor, Lembata, dan Bima" pun menjadi salah satu upaya dalam menyusun ITMP yang akan menjadi acuan bagi arah pengembangan pariwisata terpadu untuk 25 tahun ke depan.

"Yang kita rumuskan ini akan menjadi dasar dalam melakukan pembangunan strategis dan yang harus dipertahankan terutama untuk pembangunan NTT," ujarnya.

Shana menambahkan, diperlukan sinkronisasi dan sinergi dalam penguatan travel pattern wisatawan, seperti apa selera selera wisatawan premium kemudian bagaimana menangkap peluang tersebut dan bagaimana membangun sinergi antar kabupaten dan destinasi. Karena pariwisata sifatnya borderless.

Selain itu juga diperlukan sinergi desain perencanaan termasuk pembangunan infrastruktur yang melestarikan ekosistem. Bagaimanapun juga aset utama dari pariwisata adalah alam, kebudayaan, dan keseimbangan di antara keduanya.

"Sehingga untuk itu kita bersama-sama merumuskan bagaimana langkah-langkah strategis untuk tidak hanya pariwisata Ini menghasilkan sumbangsih terhadap PDRB dengan signifikan, devisa, maupun kesehatan kerja tapi juga untuk melestarikan alam ke depan," ujar Shana Fathina.

"Mari kita bersama-sama bergandeng tangan untuk berbagi peran dan kita bisa bersama-sama melakukan lompatan-lompatan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya," tambahnya.

Kegiatan Forum Floratama 2020: Rapat Koordinasi Pengembangan Pariwisata Wilayah Koordinatif Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo FLores berlangsung selama dua hari yakni 6 dan 7 Oktober 2020.

Selain kesepakatan bersama antara BOPLBF dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam membangun pariwisata berkelanjutan di Floratama, rapat koordinasi juga memiliki berbagai agenda lain seperti harmonisasi rencana pengembangan pariwisata "Ring of Beauty" Provinsi NTT bersama BOPLBF, juga penyusunan draf rekomendasi pengembangan pariwisata Floratama dalam rangka penyusunan kebijakan nasional Integrated Tourism Master Plan (ITMP).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini