Darurat Botol Plastik di Pulau Komodo, Wisatawan Diajari Kenali Sampah

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 08 Oktober 2020 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 08 406 2290549 darurat-botol-plastik-di-pulau-komodo-wisatawan-diajari-kenali-sampah-O4cOUQVFED.jpg Pulau Komodo. (Zy.co)

PULAU Komodo menjadi salah satu destinasi tujuan turis di Labuan Bajo, NTT. Tingkat kebersihan Pulau Komodo pun dijaga masyarakat setempat, khususnya dalam mengelola sampah plastik.

Masyarakat Pulau Komodo setiap hari selalu menjaga keindahan alamnya agar wisatawan selalu jatuh hati. Masyarakat pun diedukasi untuk memilah sampah sesuai jenisnya agar kebersihannya terjaga.

Bukan itu saja, bahkan wisatawan yang menginjakkan kaki di sana juga diajak untuk menjaga kebersihan lokasi yang menjadi habitat hewan purba ini. Terutama selalu diajak untuk tidak membuang sampah plastik di sembarang tempat.

Indonesian Waste Platform (IWP) bersama Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah plastik setiap hari. Diharapkan kegiatan ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat untuk tetao menjaga lingkungan, yang bisa berdampak baik bagi ekonomi dan pariwisata setempat.

komodo

Baca Juga: Sajian Lezat Kapurung Ikan Khas Sulawesi Selatan Mirip Papeda Loh

Ketua Umum ADUPI Christine Halim menjelaskan, sampah plastik yang umum di masyarakat adalah botol plastik sekali. Jenis plastik PET digunakan sebagai bahan dasar botol plastik.

"Jenis PET dengan kode 1 seperti dipakai pada botol dan galon harganya mahal. Sampah plastik PET juga menjadi rebutan para pemulung dan sulit ditemukan di tempat pembuangan akhir," ucapnya lewat keterangan resmi yang diterima Okezone, Kamis (8/10/2020).

 

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya juga setuju atas inisiasi tersebut. Menteri Siti berharap, sampah yang dipilah tersebut bisa menjadi material yang memiliki manfaat berkelanjutkan bagi masyarakat dan lingkungan.

"Pemerintah akan selalu mendukung semua pihak dalam mengelola sampah plastik. Sampah ini sering dituding sebagai material pencemar lingkungan," tuturnya

Diakui Sustainability Director Tirta Fresindo Jaya, mengelola sampah plastik snagat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, road map sustainability sedang dibuat.

 sampah

"Botol plastik terbuat dari PET dapat didaur ulang dan tidak mencemari lingkungan. Jika dikelola dengan baik, bisa mendukung kelestarian lingkungan," terangnya.

Seperti di Pulau Komodo, masyarakat diedukasi dalam mengelola sampah plastik dan banyak manfaatnya. Dengan begitu, jika kelestarian alam terjaga baik, maka wisatawan juga akan nyaman liburan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini