Bangun Labuan Bajo, Pembangunan Infrastruktur Premium Jadi Prioritas

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 08 Oktober 2020 21:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 08 406 2290570 bangun-labuan-bajo-pembangunan-infrastruktur-premium-jadi-prioritas-zIR6rC0gVo.jpg Labuan Bajo. (Foto: Dimas/Okezone)

PEMBANGUNAN infrastruktur kawasan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur tengah dilakukan. Hal ini mendukung wisata Labuan Bajo menjadi destinasi kelas dunia dan akan mempermudah wisatawan mengeksplor Labuan Bajo.

Labuan Bajo memang telah ditetapkan sebagai tuan rumah Asean Summit dan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 yang akan digelar pada 2023 mendatang. Tak pelak, bila kini pemerintah sedang gencar melakukan pembenahan infrastruktur serta menyediakan fasilitas penunjang lainnya.

Hal tersebut disampaikan secara gamblang oleh, Direktur Utama Badan Otorita Labuan Bajo Flores (BOPLBF), Shana Fatina.

"Semua jalan premium memang sedang dibangun semua. Termasuk dari bandara menuju Puncak Waringin, lalu jalan menuju Kampung Ujung, dan Pantai Pede," tutur Shana saat dihubungi Okezone via sambungan telepon, Kamis (8/10/2020).

Baca Juga: Sajian Lezat Kapurung Ikan Khas Sulawesi Selatan Mirip Papeda Loh

labuan bajo

Shana menambahkan, pembangunan tersebut dimaksudkan untuk menata jalan-jalan utama, sekaligus membangun pedestrian serta penataan pohon-pohon atau landscaping. Seluruh utility box pun dibongkar ulang lalu ditata kembali di bawah tanah.

Pembangunan infrastruktur ini juga tidak semata-mata untuk mempersiapkan Labuan Bajo sebagai tuan rumah KTT G-20, tetapi menjadikannya sebagai destinasi wisata utuh bukan sekadar tempat transit saja.

"Sebelumnya kan aktivitas wisata lebih terpaku di tengah laut. Banyak wisatawan memilih living on board atau menginap di atas kapal. Sehingga Labuan Bajo hanya dijadikan tempat persinggahan (transit). Dengan adanya G-20 pembangunan kita kebut lagi, agar wajah Labuan Bajo lebih cantik dan membuat wisatawan betah berlama-lama," bebernya.

 

Shana mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus merancang sebuah sistem khusus yang dia sebut 'smart tourism' guna menambah rasa aman dan nyaman wisatawan. Contohnya seperti memasang cctv di area kota, memastikan mitigasi bencana berjalan sesuai standar, lalu bersinergi dengan lembaga dan institusi terkait.

"Sistemnya nanti jadi lebih terpadu, dan bisa dimonitor langsunf oleh TNI, Polri, Pemerintah Daerah, hingga rumah sakit karena kondisi kita saat ini juga masih dalam suasana pandemi Covid-19," kata Shana.

Selain melakukan pembangunan infrastruktur, Shana mengatakan bahwa pihaknya juga tengah memberdayakan masyarakat lokal untuk turut serta berpartisipasi mengembangkan pariwisata Labuan Bajo. Salah satunya dengan mendorong dan meningkatkan kualitas produk kebudayaan lokal.

"Kita tidak bisa hanya mengandalkan Taman Nasional Komodo. Aktivitas lainnya juga harus ada, terutama budaya. Contohnya bisa dengan mendorong pengembangan kuliner hingga tradisional lokal. Di Labuan Bajo itu belum ada wadah khusus atau tempat pentasnya," jelas Shana.

"Hal-hal seperti inilah yang terus kita dorong dengan cara melakukan pelatihan SDM tentang bagaimana mempresentasikan produk kuliner agar menarik di mata wisatawan. Sehingga nantinya Labuan Bajo bisa jadi destinasi wisata yang utuh, bukan sekadar tempat transit," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini