Menikmati Wisata Hutan Pinus Berselimut Kabut di Watu Layah Temanggung

Putri Aliya Syahidah, Jurnalis · Kamis 08 Oktober 2020 14:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 08 408 2290437 menikmati-wisata-hutan-pinus-berselimut-kabut-di-watu-layah-temanggung-N51o2XuKpb.jpg Wisata Hutan Pinus Watu Layah Temanggung (Foto ngadem.com)

HUTAN Pinus Watu Layah di Desa Tlogo Pucang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah kini jadi primadona bagi wisatan sejak diresmikan sebagai objek wisata pada 2016.

Saban hari, pengunjung datang menikmati keindahan alam pegunungan berselimut kabut dan suasana sejuk. Di sini, ada gardu pandang yang bisa dinaiki wisatawan untuk menikmati pemandangan hamparan hutan dan bebukitan hijau.

Baca juga: Tak Perlu ke Inggris, Bondowoso juga Punya Stonehenge Lho

Pada pagi dan sore, biasanya kawasan ini berkabut. Ini adalah waktu yang paling asyik bersantai di sini, karena panorama dan suasananya sangat eksotis. Serasa di negeri atas awan.

Selain itu, wisatawan juga bisa mencoba ayunan yang dihubungkan di antara pohon pinus. Hanya merogoh kocek Rp5.000, Anda dapat menikmati berbagai spot foto yang berada di ketinggian sekitar 10 meter.

Baca juga: Mampir Yuk ke Goa Sumitro, Objek Wisata Baru di Yogyakarta

Salah satu spot unik adalah pohon galau. Pengunjung milenial biasanya sering berfoto ria atau selfie di sini dengan bersender atau berdiri di atas anyaman bambu berbentuk persegi dengan latar pegunungan dan pepohonan rimbun.

“Di situ kan ada view–view pemandangan, tempat selfie, ada jembatan–jembatan,” ujar Roil, pengelola wisata Watu Layah seperti dikutip dari kanal Youtube GTV News, Rabu (7/10/2020).

Namun, pengunjung harus berhati–hati karena spot foto berada di ketinggian dan beberapa diantaranya belum terdapat pengaman yang memadai serta angin berhembus cukup kencang.

“Kalau tidak ada kabut atau cuaca sedang cerah, laut akan terlihat dari sini (spot foto) dan di antara pegunungan kelihatan berbatasan langsung dengan Semarang. Agak butuh tantangan juga, saya merinding ini karena tingginya sekitar 10 meter,” ujar Linda Widayati, seorang pengunjung di Watu Layah.

Di sini juga ada beberapa rumah pohon dan bangku untuk bersantai sambil menikmati pemandangan. Asyiknya lagi jika sembari minum kopi, karena wilayah ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi robusta.

Akses jalan menuju Watu Layah sudah dibangun dan lumayan baik.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini