Gunung Semeru Sudah Full Book sampai Akhir Oktober, Hanya 120 Orang Bisa Naik

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 09 Oktober 2020 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 406 2290986 gunung-semeru-sudah-full-book-sampai-akhir-oktober-hanya-120-orang-bisa-naik-uHpzpb9xZV.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

SEJAK dibuka kembali pada 1 Oktober lalu, kuota pendakian Gunung Semeru untuk bulan ini dilaporkan sudah memenuhi kuota (full book). Hal tersebut disampaikan oleh Relawan Semeru, Sukaryo alias Cakyo.

"Sudah full semua sampai akhir Oktober, baik untuk hari kerja (tanggal hitam) maupun hari libur. Ini karena kuota pendaki dibatasi hanya 120 orang per hari atau 20% dari kapasitas normal," ujar Cakyo saat dihubungi Okezone via sambungan telepon, Jumat (9/10/2020).

Saking tingginya antusiasme masyarakat Indonesia, pada awal pembukaan, sistem booking online yang diterapkan oleh Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sempat mengalami gangguan (down). Meski saat ini sudah mulai membaik.

Baca Juga: Ngebet Naik Gunung Semeru? Simak Cara Booking Tiket Online

 semeru

Kendala teknis tersebut, lanjut Cakyo menjadi salah satu isu krusial yang harus segera dievaluasi oleh pihak TNBTS. Bukan tanpa alasan, sistem booking online cenderung kerap mengalami gangguan ketika terjadi peningkatan trafik lantaran kuota pendakian dibatasi.

"Sistem itu sering down, trafficnya terlalu tinggi ketika pendakian dibuka terutama menjelang high season. Karena sistem tidak bisa berdiri sendiri pengelolanya terbagi menjadi 3 komponen yakni TNBTS, pihak bank yang bertugas menerima dana pendaki, dan ada juga pihak asuransi. Saya melihat masih belum begitu maksimal di tiga komponen itu," kata Cakyo.

Dia berharap, pengelola mengevaluasi sistem booking agar memudahkan calon pendaki. Apalagi kuota akan ditambah pada tahap uji coba selanjutnya.

"Harapannya pendaki tidak perlu lagi komplen karena kode pembayarannya tidak keluar atau karena transfer gagal. Hal-hal seperti ini harus dievaluasi, mengingat kuota pendakian kemungkinan besar akan ditambah pada tahap kedua uji coba pembukaan," timpalnya.

Selain permasalahan sistem, Cakyo juga menyoroti beberapa SOP yang ditetapkan pihak TNBTS selama masa pandemi Covid-19. Terutama untuk pembuatan bukti surat sehat atau bebas corona.

"Surat sehat atau bebas corona ini harus diperhatikan lagi. Pendaki tidak boleh sembarangan membuat surat sehat. Intinya masih banyak hal yang perlu dievaluasi, supaya pendakian pada tahap kedua bisa lebih baik dan terorganisir," kata Cakyo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini