Pelaku MICE Diimbau Bentuk Satgas Khusus Protokol Kesehatan Covid-19

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 11 Oktober 2020 19:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 11 406 2291819 pelaku-mice-diimbau-bentuk-satgas-khusus-protokol-kesehatan-covid-19-cYuCrSddC1.JPG Direktur Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran Kemenparekraf, Masruroh (Foto: Kemenparekraf.go.id)

PENYELENGGARA kegiatan wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran (MICE) diimbau menjalankan protokol kesehatan ketat sesuai panduan yang telah disiapkan pemerintah untuk menghidupkan kembali sektor MICE yang juga terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Salah satunya, pelaku kegiatan MICE dapat membentuk satuan tugas sebelum menyelenggarakan kegiatan. Satuan tugas mencakup penyelenggara, pengelola gedung tempat kegiatan, dan pihak-pihak terkait lain seperti BPBD juga pemerintah daerah.

Kemenparekraf sebelumnya telah mengeluarkan panduan protokol kesehatan untuk berbagai sektor pariwisata dan ekonomi kreatif termasuk kegiatan wisata MICE.

"Satuan tugas ini saling berkoordinasi mulai dari perencanaan sebelum penyelenggaraan kegiatan serta mengawasi jalannya kegiatan agar sesuai dengan penerapan protokol kesehatan," ungkap Dosen dan Peneliti Bidang MICE Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Fauzi Mubarak, dalam siaran pers yang diterima Okezone, Minggu (11/10/2020).

Fauzi menambahkan, satuan tugas harus dapat membentuk alur aktivitas kegiatan seperti keluar masuk seluruh peserta. Jangan sampai justru tercipta keramaian.

Sebelum menyelenggarakan kegiatan, satgas juga harus memahami prosedur penanganan Covid-19 termasuk melakukan analisis risiko apakah lokasi kegiatan berada di zona merah, kuning, atau hijau.

"Jika ada di lokasi risiko tinggi penularan, satuan tugas bisa memutuskan apakah lokasi dipindah atau tetap, namun dengan tindakan preventif yang baik. Kalau ada yang terindikasi Covid-19, dapat berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk dilakukan rujukan penanganan," terangnya.

Satuan tugas juga harus memiliki kemampuan untuk memberi pelatihan tentang protokol kesehatan kepada seluruh tim yang terlibat.

Widyaiswara Kemenparekraf, Suwanto, menjelaskan, secara keseluruhan panduan protokol kesehatan ini ditujukan kepada seluruh pihak seperti penyelenggara kegiatan, pelaku kegiatan, peserta/pengunjung, pengisi acara dalam kegiatan MICE, dan juga pemerintah daerah. Sehingga diharapkan dapat melakukan pencegahan, deteksi, dan penanganan secara bersama-sama.

"Panduan ini berisikan upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk menghindari dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 dalam kegiatan MICE," kata Suwanto.

Sementara itu, Direktur Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran Kemenparekraf Masruroh, mengatakan, protokol kesehatan di bidang MICE disusun bersama-sama dengan industri dan asosiasi yang merujuk pada aturan dari Kementerian Kesehatan dan aturan internasional bidang MICE.

Penerapan protokol kesehatan ini penting agar masyarakat atau pelaku MICE tetap dapat produktif namun tetap aman Covid-19.

"Kita harus memerhatikan kesehatan, kesehatan tetap nomor satu tapi di sisi lain ekonomi harus berjalan. Sebagaimana kita ketahui bahwa sektor pariwisata sangat besar menyumbangkan devisa dan pergerakan ekonomi nasional selama ini. Tapi dengan adanya Covid-19, sektor pariwisata ini merupakan sektor yang paling terdampak," ujar Masruroh.

Khusus pelaku wisata MICE di Banten, Masruroh mengingatkan, penerapan protokol kesehatan yang baik akan menjadi barometer terhadap penyelenggaraan MICE di Indonesia karena provinsi Banten bersama Jakarta merupakan salah satu potensi MICE terbesar di Indonesia. Hal tersebut terlihat dari venue juga SDM MICE yang memadai.

"Karena itu kita harus bisa patuh pada panduan kesehatan sehingga tidak membuat klaster baru dalam Covid-19. Bahkan kita tetap bisa menjalankan Industri ini meskipun kita masih dalam suasana kenormalan baru seperti ini," demikian Masruroh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini