Yogyakarta Promosikan Pariwisata Sehat Selama Pandemi Covid-19

Senin 12 Oktober 2020 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 406 2292157 yogyakarta-promosikan-pariwisata-sehat-selama-pandemi-covid-19-fMK7FyARkN.JPG Jalan Malioboro, salah satu ikon pariwisata Yogyakarta (Foto: KRJogja)

REAKTIVASI pariwisata yang sehat maupun sesuai protokol Clean, Healty, Safety and Environment (CHSE) di tempat-tempat wisata terus diupayakan oleh industri pariwisata DI Yogyakarta. Tujuannya, untuk memastikan keamanan wisatawan di masa pandemi Covid-19.

Selain menggencarkan kampanye protokol CHSE, pergerakan wisatawan di DIY pun dinilai masih belum terlalu tinggi aias masih rendah, terlebih baru didominasi wisatawan lokal dari DIY serta wisatawan domestik asal Jawa Tengah (Jateng) hingga saat ini.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Singgih Raharjo mengatakan, setelah mengalami peningkatan kunjungan wisatawan lokal maupun domestik beberapa bulan lalu, kunjungan wisatawan mulai tampak mengalami penurunan pada awal Oktober 2020 ini.

Aplikasi Visiting Jogja telah mendata jumlah kunjungan wisatawan mencapai 11.000 orang pada hari Sabtu dan 30.000 orang pada hari Minggu. Sedangkan pekan-pekan sebelumnya, tercatat jumlah kunjungan mencapai di atas 20.000 orang pada hari Sabtu dan 40.000 orang pada hari Minggu.

Baca juga: Asyik Nih, Wisatawan dari Luar Jakarta Boleh Liburan ke Ancol

“Banyak faktor yang memengaruhi penurunan jumlah kunjungan wisatawan domestik tersebut ke DIY, antara lain faktor peraturan dari lingkungan asal dan sebagainya. Jadi, kami harapkan situasi pariwisata di DIY akan semakin kondusif lagi dengan me-maintance secara baik kondisi-kondisi tersebut karena yang bisa dipromosikan sekarang adalah protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” kata Singgih, melansir laman KRjogja, Senin (12/10/2020).

Menurut dia, keberhasilan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 serta protokol CHSE di suatu destinasi wisata inilah yang menjadi daya tarik utama wisatawan percaya diri berkunjung ke DIY.

Untuk itulah, pihaknya terus berupaya mewujudkan aktivitas pariwisata yang sehat di DIY meski di masa pandemi Covid-19. Pergerakan kunjungan wisatawan DIY yang kini sudah membuka 91 destinasi wisata tersebut masih didominasi wisatawan DIY, disusul wisatawan asal Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat (Jabar) dan DKI Jakarta.

“Saya bisa melihat pergerakan pariwisata DIY paling mencolok terjadi pada setiap akhir pekan yaitu Sabtu dan Minggu. Persebaranya wisatawan di DIY juga masih belum merata, masih didominasi di destinasi wisata alam seperti Pantai Baron, Pantai Parangtritis, Tebing Breksi disusul Becici, Pengger dan sebagainya,” ujarnya.

Sesuai dengan protokol kesehatan bagi industri pariwisata, Singgih menegaskan pihaknya membatasi jumlah pengunjung hanya 50 persen dari kapasitas yang ada.

Kapasitas destinasi wisata itu pun dapat dipantau melalui aplikasi Visiting Jogja sehingga bisa menjadi acuan informasi bagi wisatawan yang akan mengunjungi destinasi wisata di DIY. Secara umum, pergerakan wisatawan di DIY masih belum tinggi sebab masih didominasi wisatawan lokal.

“Bagi wisatawan yang langsung datang ke lokasi tetap kami minta melakukan reservasi terlebih dahulu. Sebab adakalanya sudah penuh, sehingga tidak bisa masuk,” kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini