Museum Olimpiade Sarajevo yang Dibom Serbia Dibuka Kembali

Mustafidhotul Ummah, Jurnalis · Senin 12 Oktober 2020 22:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 408 2292282 museum-olimpiade-sarajevo-yang-dibom-serbia-dibuka-kembali-9oIdO5Ajie.jpg Museum Olimpiade Musim Dingin Sarajevo 1984 (Foto sarajevotimes.com)

HAMPIR tiga dekade setelah dihancurkan dalam pengeboman selama perang di Bosnia, sebuah museum yang menghormati memori Olimpiade Musim Dingin Sarajevo 1984 telah dibangun dan dibuka kembali.

Bangunan awalnya vila mewah yang berdiri pada awal abad ke-20 itu salah satu situs kota pertama yang dihancurkan oleh pasukan Serbia selama pengepungan Sarajevo dari 1992 hingga 1995.

Olimpiade Musim Dingin diselenggarakan beberapa tahun sebelum pecahnya Yugoslavia, konflik yang merenggut sekitar 100.000 nyawa di Bosnia dan 11.000 di Sarajevo sendiri.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Ini 10 Destinasi Wisata Paling Aman di Dunia

Melansir dari The Star, Senin (12/10/2020), upacara pembukaan kembali Museum Olimpiade 1984 digelar pada 9 Oktober 2020 dan dihadiri oleh Pangeran Albert II dari Monako dan dipandu oleh Wali Kota Sarajevo Abdulah Skaka.

Dia berjanji untuk terus memperbaiki arsitektur kota yang masih menunjukkan bekas-bekas perang seperempat abad yang terjadi di Sarajevo.

“Niat kami untuk membangun kembali semua simbol kota yang hancur ini perlahan menjadi kenyataan. Malam ini buktinya,” kata Skaka.

Seniman Bosnia Edin Numan Kadic, pendiri museum, berhasil melestarikan sebagian besar koleksi selama konflik dengan menyembunyikannya di ruang bawah tanah gelanggang es Olimpiade Zetra.

Baca juga: 5 Museum Populer di Bangkok, Sarana Edukasi Sejarah Negeri Gajah Putih

Dalam sebuah wawancara pada 2019, Numan Kadic mengatakan bahwa museum itu mengabadikan "kenangan bahagia yang langka" dalam sejarah tragis kota itu.

Pameran ini berisi memorabilia seperti foto, souvenir, dan perlengkapan beberapa atlet, tetapi juga karya yang dibuat oleh beberapa seniman untuk Olimpiade Musim Dingin Sarajevo, termasuk milik Andy Warhol, Henry Moore, Michelangelo Pistoletto atau James Rosenquist.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini