Kangen Monas? Yuk Sambangi Spot Kuliner Lenggang Jakarta

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 13 Oktober 2020 21:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 301 2293134 kangen-monas-yuk-sambangi-spot-kuliner-lenggang-jakarta-aUXf56UynR.JPG Spot kuliner Lenggang Jakarta (Foto: Instagram/@lenggang_jkt)

SEJUMLAH objek wisata Jakarta telah beroperasi kembali seiring diterapkannya masa transisi PSBB oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Namun tidak untuk Monumen Nasional alias Monas.

Monas dilaporkan akan tetap tutup hingga waktu yang belum ditentukan. Hal ini dilakukan guna mencegah risiko penyebaran Covid-19 yang lebih luas. Apalagi lokasi Monas memang berada di pusat pemerintahan Indonesia.

"Masih tutup. Kalau tidak salah Monas dan Kota Tua itu masih tutup, meski sekarang sudah memasuki masa transsui. Saya rasa, ini karena lokasi monas yang berada di pusat pemerintahan. Jadi memang harus hati-hati bila ingin membukanya, karena Monas itu termasuk tujuan wisata banyak orang," ujar Kepala Sub BagianTata Usaha Monas, Endrati Fitriani saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Selama penutupan, lanjut Endrati, pihaknya hanya fokus melakukan pemeliharaan kawasan serta menyiapkan fasilitas penunjang sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. Sementara untuk program-program khusus seperti tur virtual, untuk saat ini memang tidak diselenggarakan.

Berbeda dengan kebanyakan objek wisata yang memanfaatkan program tur virtual ini untuk tetap berinteraksi dengan wisatawan selama masa pandemi Covid-19.

"PNS Monas itu cuma 22 orang. Dan 80 persen di antaranya sudah mau pensiun, rata-rata 2 tahun lagi. Jadi bisa dibilang kami kekurangan tenaga yang fresh, tenaga ahli, dan keterbatasan peralatan. Dulu sempat bikin konten-konten virtual seperti video 360, tapi sekarang sudah tidak ada karena memang tidak ada anggaran," kata Endrati.

Namun bagi wisatawan yang sekadar ingin melepas rindu melihat Monas, mereka masih bisa mengunjungi area Lenggang Jakarta yang menyuguhkan beragam hidangan dan jajanan tradisional.

"Lenggang masih tetap buka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang parkir di situ (IRTI). Kebetulan lenggang juga berada di bawah binaan KUKMP. Dan mereka membolehkan pedagang berjualan, karena sebagian besar pendapatan mereka dari berjualan di tempat ini," tutup Endrati.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini