Wisata Kembali Dibuka, Kuota Wisatawan Kepulauan Seribu Hanya 25 Persen

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 14 Oktober 2020 11:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 406 2293273 wisata-kembali-dibuka-kuota-wisatawan-kepulauan-seribu-hanya-25-persen-1fblJLCHKb.jpg Objek wisata di Kepulauan Seribu (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)

KEPALA Sudin Parekraf Kepulauan Seribu Dinas Parekraf DKI Jakarta, Puji Astuti, mengatakan bahwa Kepulauan Seribu siap menerima kembali kunjungan wisatawan.

Hal ini seiring dengan dicabutnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kepulauan Seribu pun resmi beroperasi lagi sejak Senin 12 Oktober 2020 kemarin. Kendati demikian, ada beberapa hal penting yang harus diketahui wisatawan sebelum menyambangi destinasi tersebut.

Salah satunya terkait dengan pengurangan kuota wisatawan guna memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19.

Baca juga: Suguhan Wisata Alam Monosan di Sulteng, Paket Lengkap untuk Liburan

"Kuota wisatawan saat ini hanya 25 persen. Waktu masa transisi awal kan 50 persen dari kapasitas maksimal," kata Puji Astuti saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2020).

Selain berkurangnya kuota wisatawan, Puji memastikan pihaknya akan memperketat penerapan protokol kesehatan di seluruh area wisata Kepulauan Seribu. Termasuk di area keberangkatan dan kedatangan (dermaga).

Wisatawan wajib pakai masker, cuci tangan, jaga jarak sosial, serta dicek suhu tubuhnya. Pengetatan protokol kesehatan ini, kata Puji dilakukan di seluruh dermaga dan kapal milik pemerintah maupun swasta.

"Secara umum tugas kami di masa transisi arahnya menjual wisata yang aman dan sehat. Jadi kami akan menekankan protokol kesehatan di homestay, resort, serta di area-area di Kepulauan Seribu. Ini sesuai sengan slogan kami yakni, 'Menuju Pulau Seribu Aman, Sehat, dan Produktif'," kata Puji.

Demi memastikan wisatawan benar-benar mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan selama berada di area wisata, Susi mengaku pihaknya telah bekerjasama dengan Satpol PP dan instansi terkait.

"Sejauh ini yang kami lakukan adalah meningkatkan pengawasan. Kami sudah berkoordinasi dengan satpol pp dan instantansi terkait untuk memonitor sekaligus mensosialisasikan protokol kesehatan," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini