Wisata Karimunjawa Dibuka, Kuota 100 Turis Per Minggu

Taufik Budi, Jurnalis · Kamis 15 Oktober 2020 01:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 406 2293665 wisata-karimunjawa-dibuka-kuota-100-turis-per-minggu-LFxyB1NrJS.jpg Karimunjawa. (Foto: Instagram/@explorejepara)

DESTINASI wisata Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah akan dibuka pada 16 Oktober 2020. Untuk tahap pertama, kuota pengunjung hanya 100 orang/minggu

Namun wisatawan harus melakukan registrasi secara online melalui situs resmi booking TNKJ. Kabar baik bagi wisatawan yang rindu liburan ke Karimunjawa.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) untuk mengawasi ketat pembukaan Karimunjawa. “SOP-nya diikuti juga dengan ketat, kalau perlu semua menggunakan tes-tes yang tidak hanya rapid tapi PCR,” ucap Ganjar, Rabu 14 Oktober 2020.

Baca Juga: Berburu Sate Maranggi Hj. Yetty di Purwakarta yang Melegenda

 karjaw

Selain itu, transportasi untuk pengunjung juga harus didata. Ganjar juga meminta wisatawan memaklumi pembatasan ketat yang dilakukan dalam pembukaan wisata Karimunjawa.

“Saya sampaikan mohon maaf kalau kemudian, mungkin agak sedikit eksklusif dulu. Mungkin biayanya agak tinggi, mungkin. Tapi karena kemudian kita butuh sesuatu yang lebih ketat maka itu jauh lebih baik,” jelas Ganjar.

Dia mengaku mendapat masukan dan pertanyaan dari aktivis pariwisata, lantaran pembukaan wisata Karimunjawa dibatasi. Hal ini, sebagai upaya agar wilayah tersebut tetap menjadi zona hijau seperti saat ini.

“Kalau kemudian nanti yang masuk tidak kita kasih barrier, tidak kita kasih syarat, SOP yang ketat, saya khawatir yang datang ini nanti bikin kamu oranye dan merah kan bahaya,” tegas Ganjar.

Dia berharap dengan pengawasan ketat dari Disporapar, pembukaan Karimunjawa nanti bisa menjadi percontohan bagi destinasi wisata lain yang ingin mulai beroperasi.

“Nah kalau ini bisa ketat, justru ini bisa kita jadikan SOP dan percontohan. Makanya buka sedikit dulu, ujicoba dulu, kontrol yang super ketat agar ini nanti bisa menjadi Adaptasi kebiasaannya. Nah adaptasi kebiasaan nih dalam satu proses itu akan menjadi pengawasan dari dinas,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini