3 Kedai Kopi Indonesia Buka di Luar Negeri saat Pandemi Covid-19

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 15 Oktober 2020 21:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 301 2294025 3-kedai-kopi-indonesia-buka-di-luar-negeri-saat-pandemi-covid-19-VKWDwRUriu.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

TAK sedikit kedai kopi Indonesia berekspansi ke luar negeri. Bahkan mereka berani membuka kedai kopi di masa pandemi Covid-19.

Dari Singapura hingga Amerika Serikat, ada beberapa kedai kopi ternama Indonesia yang jualan kopi di luar negeri. Ada beragam jenis kopi yang ditawarkan kepada para pencinta kopi.

Ditulis Okezone, Kamis (15/10/2020), berikut ini tiga kedai kopi Indonesia yang buka di luar negeri. Penasaran apa saja?

Tanamera Coffee, Singapura

 tanamera

Tanamera Coffee berekspansi ke pasar internasional dengan membuka outlet pertama di Singapura. Jika rindu menyesap kopi asal Indonesia Anda bisa berkunjung ke Central Business District Area.

Ada beragam cita rasa kopi Indonesia yang ditawarkan. Mulai dari full bodied, intens, kompleks, lembut, manis, syrupy, dan fruity. Dengan sentuhan rasa cokelat, karamel, hazelnut, selai buah beri hitam, tembakau, rempah-rempah, jeruk dan rasa yang tajam. Hmm, nikmat!

Seperti di Indonesia, Anda bisa menikmati kopi espresso, kopi filter, hingga cold brew crew yang banyak disukai pencinta kopi.

Direktur Tanamera Coffee Ronald Liong mengatakan, keadaan global saat ini cukup rentan untuk membuka kafe pertama di luar negeri. Namun, karena banyaknya permintaan dari penduduk Indonesia yang berdomisili di Singapura

"Kami tidak sabar untuk melayani permintaan dan bertemu dengan para pencinta kopi di Singapura," ucapnya lewat keterangan resminya, Kamis (15/10/2020).

Baca Juga: Ini Kedai Kopi Indonesia Pertama di Jerman

Selain aneka kopi, ditawarkan pula makanan khas Indonesia yang bisa mengobati rindu masakan Tanah Air. Mulai dari tahu telur, bakwan jagung, nasi goreng, rendang, hingga bubur ayam.

Di masa pandemi, kedai kopi ini juga mengimplementasikan protokol kesehatan. Dengan maksimum 5 tamu per meja, menjaga jarak 1 meter, hingga menyediakan hand sanitizer di setiap titik.

"Para barista dan tim yang bertugas menggunakan masker dan outlet disterilisasi dengan disinfektan setiap hari," pungkasnya.

My Bali Coffee, Jerman

mybali

Kedai kopi Indonesia pertama di Jerman resmi dibuka. Namanya My Bali Coffee. Terletak di kota tua (Altstadt) Nürnberg, wilayah negara bagian Bayern, warung ini menghadirkan produk-produk kopi unggulan Indonesia seperti kopi Gayo.

Kedai kopi ini didirikan oleh Sascha Bayu Handoyo, pengusaha Indonesia di Jerman. Dilansir Okezone dari laman resmi Kementerian Luar Negeri RI, Rabu (14/10/2020), kedai My Bali Coffee diresmikan pembukaannya oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia di Frankfurt, Acep Somantri, pada Jumat 9 Oktober 2020.

Ide mengenai My Bali Coffee muncul pada 2016 yang digagas oleh Sascha Bayu Handoyo. Laki-laki berdarah Indonesia-Jerman ini menggunakan jaringan bisnis keluarganya untuk mendatangkan produk kopi dari Indonesia ke Jerman.

Saat berkunjung, Anda bisa menikmati aneka produk kopi yang didatangkan langsung dari Indonesia. Seperti Tiger (Kopi Gayo Aceh), Mandheling, Balistar (Kopi Bali), Luwak, Lintong dan Robusta.

Selain itu, kedai tersebut juga menjual beberapa produk seperti Espresso, Café Crema dan Café Vino. Pernak-pernik aksesori dan kerajinan tangan dari rotan Bali juga tak luput dipajang dalam etalase kedai.

Dua Coffee, Amerika Serikat,

dua

Dua Coffee di Washington, Amerika Serikat sempat viral saat kerusuhan Blackout Tuesday George Floyd. Kedai kopi anak bangsa ini diamuk massa kala itu.

Belum lagi ada pandemi Covid-19, membuat kedai kopi sepi pengunjung. Bahkan di sana sempat lockdown, yang membuat Dua Coffee harus tutup.

Kedai kopi ini awalnya didirikan Omar Karim Prawiranegara dari Cipete, Jakarta. Omar bercerita bahwa dirinya yakin bisa membuka cabang di DC bersama Irfan dan Vivit, juga rekannya Rinaldi Nurpratama. Mereka akhirnya mampu bersaing dengan kedai kopi internasional di Negeri Paman Sam itu sejak September 2019

Dikatakan Omar, saat ini kedai kopinya di DC sudah mulai beraktivitas new normal. Bahkan, mereka dikenalkan oleh sebagai produk lokal yang besar di sana.

"Kita sempat tutup dan berjalan dengan baik. Pas pelonggaran kita buka," tambahnya.

Omar menambahkan, protokol kesehatan ketat juga diterapkan di kedai kopi yang berada dekat White House itu. Setiap pengunjung wajib masker, rajin cuci tangan pakai sabun, hingga sterilisasi kedai kopi setiap hati.

Saat berkunjung, di sana menyuguhkan beragam menu specialty coffee, seperti biji kopi Aceh Tankengon, dengan berbagai teknik penyeduhan. Selain itu, kedai ini juga menawarkan beberapa pilihan minuman non-coffee yang ngehits di kalangan milenial. Jangan lupa mampir ya!

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini