Pesona Pantai Widuri dan Makam Keramat Syekh Syamsudin

Putri Aliya Syahidah, Jurnalis · Kamis 15 Oktober 2020 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 408 2293886 pesona-pantai-widuri-dan-makam-keramat-syekh-syamsudin-sIHh33SJOc.JPG Pantai Widuri di Pemalang, Jawa Tengah (Foto: Instagram/@arthur_20606)

SELAIN pegunungan yang dijadikan destinasi wisata, Pemalang juga memiliki banyak pantai yang tak kalah indah dari daerah lainnya. Salah satunya Pantai Widuri yang terletak di Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Tempat wisata ini favorit bagi wisatawan karena harganya yang murah meriah dan juga menjadi tempat ziarah makam Syekh Maulana Syamsudin.

Melansir dari channel YouTube GTV News, wisatawan akan disuguhkan oleh laut berwarna coklat kehijauan dan pasir coklatnya yang lembut. Di sepanjang garis pantai terdapat pepohonan yang tumbuh dengan rindang menjadikan suasananya asri. Ombak yang tenang membuat pengunjung dapat berenang dan bermain air sepuasnya.

Selain menikmati pantai, terdapat pula tempat penyewaan tenda dan kios yang menyajikan berbagai macam makanan. Bagi anak-anak ataupun orang dewasa yang ingin berenang namun tidak memiliki pelampung, pengelola Pantai Widuri menyediakan penyewaan ban.

Terdapat beberapa tempat yang dapat dikunjungi oleh wisatawan yakni Widuri Waterpark dan sirkuit yang biasa dijadikan tempat balap daerah maupun nasional.

Baca juga: Traveling ke Pemalang, Jangan Lupa Kunjungi Curug Sibedil

Tak perlu merogoh kocek dalam untuk ke Pantai Widuri. Wisatawan hanya perlu mengeluarkan biaya Rp5.000 untuk memasuki destinasi bahari ini. Saat musim liburan tiba seperti tahun baru ataupun hari raya Idul Fitri, pantai yang buka mulai pukul 08.00-16.00 WIB dan selalu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

Pantai Widuri

(Foto: Instagram/@pantai_widuri)

Untuk menikmati deburan ombak dan segarnya angin dari laut utara ini, hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit dari alun-alun Kota Pemalang.

Selain wisata air, bagi yang ingin berziarah, di sekitar pantai terdapat Makam Syekh Maulana Syamsudin yang selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan.

Menyitir dari laman Info Pemalang, makam ini masuk dalam wilayah administratif RT 1/ II Dukuh Pecolotan Kelurahan Sugihwaras, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang. Pada 1973 silam, makam ini hanya berjarak 3 meter dari laut. AKan tetapi dalam kurun waktu 30 tahun, terjadi penambahan lahan (tanah timbul) hingga sekarang jaraknya dengan air laut menjadi kurang lebih 15 meter.

Menurut mitos yang beredar di masyarakat, Syekh Maulana Syamsudin mempunyai nama kecil Solechuddin Al-Baghdadi. Ia berasal dari Baghdad (Irak), dan masih keturunan seorang wali besar di zamannya, yakni Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Pada usia10 tahun, beliau keluar Baghdad menuju Tanah Jawa untuk belajar ilmu agama pada Syekh Maulana Maghribi di Tuban, Jawa Timur.

Setelah berguru selama 20 tahun, suatu hari ia diperintah Syekh Maulana Maghribi untuk menyampaikan surat kepada Sunan Gunung Jati di Cirebon, Jawa Barat. Ia berangkat seorang diri membawa bungkusan di pundaknya berisi Alquran dan surat tersebut. Perjalanan panjang dilewati Syekh Syamsudin dengan berjalan kaki menyusuri pesisir pantai utara Jawa.

Perjalanannya dari arah timur ternyata sudah diikuti oleh segerombolan orang dari balik semak. Melihat penampilan Syekh Syamsudin yang rapi, bersih, dan membawa bungkusan, serta wajahnya yang asing, mereka mengira beliau adalah seorang saudagar.

Akhirnya gerombolan tersebut menyerang beliau sewaktu beliau sedang beristirahat untuk sholat di bawah pohon rindang. Perampok berjumlah 5 orang itu tega menghabisi nyawa Syekh Syamsudin, namun mereka kecewa karena tidak berhasil mendapatkan barang berharga apapun. Sehingga mayat Syekh Syamsudin ditinggalkan begitu saja di tepi pantai.

Hingga akhirnya mayat Syekh Syamsudin ditemukan kapal dagang dari Madura yang tengah berlayar ke Batavia. Jasadnya pun dimakamkan oleh nakhoda kapal dibantu para anak buahnya.

Makam Keramat Syekh Syamsudin

(Foto: Instagram/@arjoennesia)

Seperti halnya tempat ziarah keramat yang lain,makam Mbah Keramat juga digunakan oleh para pengunjung yang datang ke tempat ini sebagai sarana berdoa. Diantaranya berziarah sambil bertawasul, media iā€™tikaf,sekaligus sebagai sarana rekreasi religi.

Suasana yang sejuk karena berada di pinggir pantai menjadikan tempat ini nyaman bagi para pengunjung yang sengaja meluangkan waktu untuk ziarah disana. Tak heran bila banyak para peziarah yang rela menginap ditempat ini hanya demi mendapatkan ketenangan batin.

Bagi Anda yang hendak berwisata, diimbau untuk senantiasa menjaga kebersihan demi menjaga kebersihan dan keindahan pantai. Selama masa pandemi ini, agar selalu mematuhi protokol kesehatan demi menekan penularan Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini