Kain Tradisional Indonesia Memukau Dunia

Yaomi Suhayatmi, Jurnalis · Jum'at 16 Oktober 2020 12:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 25 2294601 kain-tradisional-indonesia-memukau-dunia-UgFoOBUZsU.jpg Foto: Dok Okezone

Indonesia terkenal dengan keanekaragaman budayanya. Salah satu keanekaragaman budaya Indonesia dapat dilihat dari banyaknya aneka kain tradisional daerah. Kain tradisional #DiIndonesiaAja sangat beragam. Setiap daerah memiliki kain khasnya masing-masing. Inilah salah satu bukti kalau budaya Indonesia begitu kaya. Aneka produk fashion juga sudah mengaplikasikan berbagai jenis kain tradisional tersebut.

Setiap daerah di nusantara Indonesia memiliki kain tradisional dengan keunikan dan keindahannya masing-masing. Keunikan dan keindahan kain tradisional Indonesia tidak hanya dikagumi oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga dikagumi hingga mancanegara. Tak hanya kain tenun, Indonesia juga memiliki kain tradisional lainnya yang memukau dunia, di antaranya :

Kain Ulos

Kain yang berasal dari masyarakat suku Batak ini biasanya dibuat dengan teknik tenun. Kain ulos sendiri biasanya digunakan saat dukacita, kelahiran, pernikahan, dan sebagainya. Kain ini juga biasanya diberikan untuk ibu hamil, sebagai pelindung dari segala bencana serta melancarkan persalinan. Kain ulos sendiri sejak dahulu dikenal sebagai salah satu unsur penting dalam kehidupan nenek moyang masyarakat Batak. Warna kain ulos sendiri didominasi oleh warna putih, hitam, dan merah. Selain itu, dihiasi juga dengan benang berwarna perak dan emas.

 Okezone

Sarung Bugis

Kain ini termasuk kain spesial karena terbuat dari bahan sutera dengan rangkaian benang emas dan perak. Motif kotak-kotak dalam kain ini menjadi ciri khas tersendiri dibandinig dengan kain lainnya. Kain tenun bugis memang lebih umum dikenal dengan nama sarung bugis bagi masyarakat lokal, karena biasa digunakan sebagai bawahan baju tradisional mereka, baju bodo.

 

Tokopedia

Batik

Pesona kain batik Indonesia memang memikat. Tidak mengherankan jika batik ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009. Sejak itu, setiap tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional. Umumnya, batik tradisional tetap mempertahankan coraknya, karena berhubungan dengan upacara adat, sehingga dihadirkan sebagai lambang tertentu dan ajaran-ajaran para leluhur. Setiap gambar di kain batik memiliki arti tersendiri. Batik sendiri terdiri dari batik Bali, batik Banyumasan, batik Tegal, batik Cirebon, batik Pekalongan, batik Solo, batik Jogja, batik Surabaya, batik Lombok, batik NTT dan sebagainya.

 

Okezone

Kain Gringsing

Keunikan dari kain yang berasal dari Desa Tenganan, Bali ini ialah proses pembuatannya yang bisa mencapai dua hingga lima tahun untuk membuat kain dengan teknik dobel ikat. Kain yang banyak digunakan dalam berbagai upacara ini dibanderol dengan harga yang sangat mahal. Teknik dobel ikat diaplikasikan dalam proses pembuatan kain gringsing. Semua proses pembuatannya dikerjakan secara manual menggunakan tenaga manusia. Kain tradisional ini dibuat oleh masyarakat Tenganan, Bali. Istilah gringsing berasal dari bahasa Bali, yakni gring berarti sakit dan sing berarti tidak. Sehingga makna kata gringsing layaknya penolak bala dan bisa menyembuhkan penyakit. Motif kain ini menampilkan keindahan langit berupa matahari, bulan dan hamparan bintang.

 

Okezone

Kain Songket

Songket termasuk dalam jenis tenunan brokat. Kain ini ditenun memakai tangan menggunakan benang perak dan benang emas. Istilah sungkit adalah asal muasal sebutan kain songket. Menurut bahasa Melayu, arti kata tersebut adalah mengait. Penyebutannya sesuai dengan teknik pembuatannya, yakni dengan cara dikaitkan serta mengambil sejumput kain tenunnya. Sesudah itu barulah menyelipkan benang emasnya. Songket juga tampil dengan beragam motif tradisional yang menjadi ciri khas budaya warga setempat. Sejumlah motif terpopuler adalah barantai merah, barantai putiah, buah palo, dan saik kalamai. Selain itu masih banyak lagi motif songket yang belum dipatenkan secara resmi.

 

Okezone

Tenun Ikat

Kain tradisional ini diproses dengan cara ditenun dari berbagai helaian benang pakan. Sebelumnya benang ini diikat kemudian diterapkan zat pewarna alami. Benang akan diikat menggunakan tali berdasarkan coraknya sebelum ditenun. Cara ini untuk memudahkan dalam pencelupan sebagian benang tersebut. Biasanya bagian benang yang terikat tali tidak akan diwarnai. Alat tenun tanpa mesin merupakan peralatan khusus yang digunakan untuk menghasilkan tenun ikat. Sejumlah daerah di Indonesia yang dikenal memproduksi kain khas ini adalah Timor, Flores, Sumba, Sumbawa, Lombok, Bali, Jepara, Sintang dan Toraja.

 

Okezone

Kain Tenun Dayak

Menenun adalah aktivitas para wanita Dayak saat waktu luang, biasanya dilakukan sesudah beraktivitas di ladang. Gedok adalah nama alat untuk pembuatan tenun khas Dayak. Proses pembuatannya relatif lama, karena setidaknya memerlukan waktu hingga tiga bulan. Untuk cara pewarnaannya masih mengaplikasikan bahan pewarna alami. Motif flora dan fauna yang terdapat di kawasan sekitarnya merupakan motif yang ditonjolkan pada kain tenunnya. Sehingga sangat terlihat ciri khas dari Pulau Kalimantan. Sejumlah tenun dayak yang dihasilkan, seperti Sungket bermotif garis tegas dan besar, Sidan berwarna cerah dan terang, dan Kebat bermotif alam atau asimetris. Ketiga motif kain tersebut biasanya dikenakan oleh Suku Dayak Iban yang berada di Kalimantan Barat.

Okezone

Itulah beberapa pilihan kain tradisional yang dikenal hingga mancenegara. Kain tradisional tersebut menjadi pelengkap agar penampilan kamu lebih terlihat elegan. Yuk, wujudkan rasa cinta Tanah Air dengan bangga pakai kain tradisional asli Indonesia. Ikuti juga kontes foto dan video #BatikItuAsyik dengan mengenakan batik atau kain tradisional bermotif khas daerah. Periode kontes akan berlangsung 2 - 16 Oktober 2020. Pemenang akan mendapatkan tiga signature batik eksklusif dan 10 hadiah menarik. Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi tautan ini.

CM

(yao)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini