Kemenparekraf Siapkan Program Diskon Pariwisata Tahun Depan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 17 Oktober 2020 18:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 17 406 2295257 kemenparekraf-siapkan-program-diskon-pariwisata-tahun-depan-lDcx1GQykA.JPG Wamenparekraf, Angela Tanoesoedibjo (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

BERBAGAI upaya dilakukan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata Tanah Air yang sempat terpuruk imbas pandemi virus corona atau Covid-19.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Angela Tanoesoedibjo mengatakan, pihaknya akan memberdayakan wisatawan nusantara melalui program diskon pariwisata yang rencananya akan diluncurkan pada 2021 atau setelah vaksin Covid-19 rampung.

"Diskon pariwisata ini gunanya untuk mendorong paket wisata domestik. Karena di masa pandemi ini, selain faktor kepercayaan masyarakat atas kebersihan destinasi wisata, daya beli masyarakat juga tengah menurun di masa pandemi ini,” ucap Angela dalam siaran pers yang diterima Okezone di Jakarta, Sabtu (17/10/2020).

Baca juga: Strategi Kemenparekraf Bangkitkan Pariwisata Indonesia

Terkait wisata domestik, Angela juga mengungkapkan rencana jangka menengah dan panjang Kemenparekraf/Baparekraf dalam peningkatan spending wisatawan nusantara.

"Karena Indonesia merupakan negara dengan populasi besar, kita memiliki peluang di wisata domestik yang masih bisa dimaksimalkan,” jelas Angela.

Sementara, dalam acara “Bincang Maya Tourism Industry Post Covid-19: Survival and Revival Strategy”, Jumat 16 Oktober 2020, Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi menuturkan kegiatan usaha masyarakat Indonesia sudah berangsur membaik pada kuartal ke-3 tahun 2020.

“Arah perbaikan ini kami harapkan juga dapat berpengaruh terhadap bangkitnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Rosmaya.

Rosmaya berjanji bahwa pihaknya akan terus berupaya menjaga kondisi makro ekonomi dan sistem keuangan Tanah Air sebagai kunci pemulihan ekonomi.

“Kami selalu berupaya menjaga nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi supaya harga-harga barang tidak melonjak tinggi,” ujarnya.

Sebelumnya, Wamen Angela menegaskan bahwa pihaknya mengeluarkan berbagai kebijakan dan bantuan untuk membantu para pelaku pariwisata yang terdampak oleh pandemi ini.

Di antaranya dengan membantu likuiditas usaha melalui fasilitasi relaksasi fiskal, pemanfaatan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk mendukung akses permodalan, insentif listrik berupa relaksasi tarif minimum listrik, dan pemanfaatan hotel sebagai lokasi isolasi mandiri dan untuk tenaga kesehatan.

“Sementara untuk ketahanan pekerja pariwisata, kami melihat ada urgensi untuk mendistribusikan bantuan langsung karena banyak pekerja yang dirumahkan bahkan mengalami PHK," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini