5 Taman Nasional Dihuni Hewan Langka Indonesia

Putri Aliya Syahidah, Jurnalis · Senin 19 Oktober 2020 06:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 18 408 2295599 5-taman-nasional-dihuni-hewan-langka-indonesia-kXWSXZQXTT.jpg TN Ujung Kulon. (Foto: Instagram/@ujungkulon_adventure)

BAGI traveler yang suka menjelajahi alam liar, sangat pas bila berkunjung ke taman nasional. Di Indonesia ada banyak taman nasional yang dihuni flora dan faunal asli Indonesia.

Dilansir Okezone dari Indonesia Travel, Senin (19/10/2020), dengan kampanye global tentang perubahan iklim, taman nasional menjadi paru-paru berharga bagi kehidupan bumi. Karena banyak orang suka menebang hutan, habitat asli dari tanaman dan hewan-hewan yang unik ini keberadaannya terancam.

Traveler pun harus menjaga kelestariannya agar tak cepat punah. Inilah 5 taman nasional yang bisa Anda kunjungi saat ingin menjelajah alam liar yang wajib disimak.

Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah

 oangutan

Tanjung Puting adalah salah satu dari destinasi wisata favorit bagi wisatawan di Kalimantan dan tempat ini seperti hutan fiksi yang muncul di kehidupan nyata. Di sinilah wisatawan dapat membayangkan diri sebagai seorang penjelajah yang pergi ke hutan hujan tropis menggunakan perahu, untuk bertemu orangutan liar dan hewan eksotis lainnya. Terletak di provinsi Kalimantan Tengah, kawasan ini awalnya dinyatakan sebagai cagar alam pada 1935 dan menjadi Taman Nasional pada 1982.

Orangutan menjadi alasan mengapa wisatawan dan pencinta alam suka menjelajahi taman ini. Selain itu, tempat ini juga merupakan rumah bagi beberapa makhluk, seperti monyet probosci mirip smurf yang aneh dan tujuh spesies primata lainnya, macan dahan, musang, banteng liar, dan banyak jenis hewan liar lainnya yang berkeliaran bebas.

Cagar Alam Tatongko di Sulawesi Utara

Cagar Alam di Tatongko, Sulawesi Utara ini memiliki tanaman dan binatang yang unik serta langka. Tujuan paling terkenal di dalam cagar ini adalah Taman Batuputih, yang merupakan satu-satunya tempat wisatawan dapat melihat tarsius bermata lebar di habitat aslinya. Makhluk ini adalah primata, tidak lebih besar dari ukuran tangan pria dewasa.

Hewan lain yang menggemaskaan dan unik endemik Sulawesi bebas berkeliaran di habitat aslinya adalah kera hitam jambul, burung maleo, kuskus, burung enggang dan elang laut perut putih yang dijaga oleh pohon ficus yang megah. Yuk datangi!

Baca Juga: Asyiknya Body Rafting di Green Valley Citumang, Pangandaran

Taman Nasional Way Kambas

Bertempat di Lampung, paling selatan di Sumatera, hanya menyeberang dari Gunung Krakatay, Taman Nasional Way Kambas meliputi sekira 1.300 kilometer persegi daratan di tepi sungai Way Kambas. Taman ini sangat populer sebagai cagar alam gajah Sumatra, tetapi juga sebagai surga berbagai spesies langka dan terancam punah.

Ada harimau Sumatra dilepaskan dan juga menjadi rumah badak Sumatra. Suaka Badak Sumatera yang didirikan pada 1995 di Way Kambas merupakan pusat penangkaran satu-satunya spesies badak bercula dua dari Asia.

Taman Nasional Ujung Kulon, Banten

Berada di ujung paling barat daya Pulau Jawa dan di seberang Gunung Krakatau, Taman Nasional Ujung Kulon merupakan taman pertama yang ada di Indonesia. UNESCO memasukkan taman ini sebagai warisan dunia sejak 1991. Taman ini jarang dikunjungi meskipun merupakan taman paling terkenal. Hal ini mungkin cukup positif karena memiliki ekosistem flora dan fauna yang sangat terawat akibat gangguan manusia yang jarang terjadi.

Ujung Kulon terkenal sebagai tempat perlindungan terakhir dari badak Jawa bercula satu, yang merupakan salah satu mamalia paling terancam punah di dunia. Selain badak Jawa, taman ini juga menjadi rumah bagi monyet Owa Jawa, anjing hutan, banteng, lutung, monyet ekor panjang, macan tutul, kancil, dan sebagainya. Ada juga lebih dari 72 spesies reptil dan amfibi, serta 240 spesies burung yang menjadikan Ujung Kulon sebagai rumah mereka.

Taman Nasional Alas Purwo

Selain menjadi rumah bagi beberapa spesies langka dan terancam punah di Indonesia, Taman Nasional Alas Purwo lebih dari sekadar cagar alam biasa. Nama Alas Purwo secara harfiah berarti Hutan Purba, disini banyak yang mencari pencerahan spiritual dan mistik selama bulan Suro, yaitu Tahun Baru Jawa.

Alas Purwo memiliki pantai yang luar biasa, satwa liar menakjubkan, ditambah sabana, bakau, dan hutan. Taman ini dianggap memiliki hutan hujan tropis paling alami dan salah satu yang tertua di Indonesia. Ribuan burung bermigrasi mengunjungi hutannya yang masih asli setiap tahun dan penyu datang untuk bertelur di pantai terpencilnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini