Museum Bahari Jakarta Kembali Dibuka, Lihat Aneka Koleksi Unik Sejarah Maritim

Salman Mardira, Jurnalis · Senin 19 Oktober 2020 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 408 2296064 museum-bahari-jakarta-kembali-dibuka-lihat-aneka-koleksi-unik-sejarah-maritim-TJ3JVTUZUL.jpg Museum Bahari di Jakarta Utara (jakarta.tourism.go.id)

MUSEUM Kebaharian Jakarta kembali membuka layanan pengunjung setelah sempat ditutup karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran Covid-19. Museum ini berada di seberang Pelabuhan Sunda Kelapa, Jalan Pasar Ikan, Jakarta Utara.

Museum Kebaharian Jakarta menyimpan koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Museum di pesisir Jakarta ini berada dalam pengawasan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.

“Koleksi-koleksi yang disimpan terdiri atas berbagai jenis perahu tradisional dengan aneka bentuk, gaya dan ragam hias, hingga kapal zaman VOC,” demikian keterangan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta seperti dikutip dari akun Instagram resminya @disbuddki, Senin (19/10/2020).

Baca juga: 5 Museum Ini Sangat Cocok untuk Orang Hobi Membaca dan Menulis

Ada juga berbagai model dan miniatur kapal modern serta perlengkapan penunjang kegiatan pelayaran. Juga peralatan yang digunakan oleh pelaut pada masa lalu seperti alat navigasi, jangkar, teropong, model mercusuar dan meriam.

Museum Bahari juga menampilkan koleksi biota laut, data-data jenis dan sebaran ikan di perairan Indonesia dan aneka perlengkapan serta cerita dan lagu tradisional masyarakat nelayan Nusantara.

Museum ini juga menampilkan matra TNI Angkatan Laut, koleksi kartografi, maket Pulau Onrust, dan tokoh-tokoh maritim Nusantara serta perjalanan kapal KPM Batavia-Amsterdam.

Museum Bahari memiliki beberapa ruangan dengan ragam pesona yang menarik buat pengunjung.

Baca juga: Bus City Tour Jakarta Belum Beroperasi di Masa PSBB Transisi

“Dari seluruh ruangan di museum, ada satu ruangan yang memberi kesan tersendiri yakni ruangan diorama yang berlokasi di lantai dua. Kesan itu saya dapatkan saat mengetahui bahwa skala diorama itu 1:1,” kata seorang traveler Vecco Suryahadi dalam catatan perjalannya ke Museum Bahari seperti dimuat di blog pribadinya.

“Cerita yang disampaikan oleh diorama begitu beragam. Ada diorama yang menggambarkan legenda seperti diorama Nyi Roro Kidul. Ada pula diorama yang menggambarkan peristiwa sejarah.”

Bangunan Museum Bahari dibangun bertahap sejak 1718 oleh pemerintah Hindia Belanda. Dulunya merupakan gudang tempat pengepakan barang seperti hasil bumi seperti rempah-rempah, kopi, teh, tekstil milik VOC.

Saat pendudukan Jepang, bangunan ini beralih jadi gudang logistik tentara Nippon.

Indonesia merdeka tahun 1945, bangunan pernah digunakan oleh PLN lalu dipugar sebagai cagar budaya. Pada 7 Juli 1977, bangunan ini resmi dijadikan Museum Bahari.

Museum Bahari sempat dilanda kebakaran pada 16 Januari 2018 yang menghanguskan sekitar 150 koleksi sejarah. Ditutup sepekan, museum ini kembali dibuka pada 23 Januari.

Saat Covid-19 mewabah di Jakarta dan diberlakukan PSBB, Museum Bahari kembali ditutup dan dibuka lagi saat masuk fase PSBB transisi.

Museum Bahari bisa diakses dengan berbagai moda transportasi. Jika dari dari Kota Tua, bisa naik angkot atau Bajaj. Bisa juga dengan taksi atau ojek online, Anda cukup duduk saja biarkan driver mengantar ke tujuan dengan bantuan aplikasi.

Museum Bahari mewajibkan tiap pengunjung menaati protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan cuci tangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini