Wonogiri Tawarkan Wisata Pantai, Tak Kalah Cantik dari Gunungkidul

Selasa 20 Oktober 2020 08:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 406 2296365 wonogiri-tawarkan-wisata-pantai-tak-kalah-cantik-dari-gunungkidul-UvVOh8NApH.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

WONOGIRI punya potensi wisata pantai baru di era pandemi Covid-19. Salah satunya pantai yang berada di Desa Ketos, Kecamatan Parangupito, pesonanya tak kalah cantik dari Gunungkidul.

Kecamatan setempat bahkan membuat daftar paket wisata pantai. Pilihan tersebut dibuat seiring berjalannya pengerjaan terminal wisata di Desa Ketos.

Paranggupito merupakan kecamatan di Wonogiri selatan yang mempunyai beberapa pantai. Terminal tersebut akan digunakan sebagai transit bus saat mengantar wisatawan ke Paranggupito, tepatnya mengunjungi sederet wisata pantai.

Untuk menuju ke pantai, wisatawan akan diantar menggunakan mobil. Karena jalan atau akses menuju panti kurang lebar. Sehingga tidak cukup jika dilintasi bus.

Camat Paranggupito Wonogiri Sulistyani mengaku, ia bersama kepala desa di Paranggupito telah menyiapkan tiga paket tujuan wisata di kecamatan itu. Semua paket wisata yang ditawarkan ada wisata pantainya. Peket pertama, rute tujuannya yakni Pantai Sembukan, Pantau Klotok, Pantai Dadapan dan Embung Lasep.

 Pantai

Paket kedua, yakni di Desa Gudang Harjo, lokasinya ke arah Pantai Kali Merah. Di desa itu terdapat potensi di setiap dusun, seperti kampung bonsai, buah naga, gula jawa dan lain-lain. Di desa itu juga ada Luweng Jomblang.

Paket ketiga, yakni Pantai Nampu, Pantai Waru, Pantai Karangpayung dan lain-lain. "Di Desa Guntur itu ada 13 pantai. Sudah kami petakan semua," kata dia saat dilansir Okezone dari Solopos, Selasa (20/10/2020).

Ia berharap, setelah ada terminal wisata itu, potensi wisata di Paranggupito bisa terbentuk. "Kami berharap daerah ini menjadi ramai dikunjungi wisatawan. Saat ini kan masih tergolong sepi. Karena memang lokasinya di ujung paling selatan wilayah Wonogiri," kata Sulistyani.

Di lokasi bakal terminal wisata Paranggupito, nampak puluhan warga Desa Ketos tengah bekerja bakti menguruk lokasi dengan tanah padas. Menurut Kepala Desa Ketos, Sukatno, kerja bakti berjalan sesuai dengan jadwal.

Di Desa Ketos terdapat 11 dusun. Setiap dusun melaksanakan kerja bakti selama satu hari. "Ini sudah delapan hari. Jadi sudah 8 dusun yang warganya ikut kerja bakti di sini," kata dia di lokasi kerja bakti, Senin.

Salah satu warga, Saryono menyatakan dirinya setuju dengan adanya terminal wisata di desanya. "Selain nanti lebih ramai dikunjungi wisatawan, kami juga bisa berpotensi memperoleh penghasilan. Baik berdagang maupun cara lainnya," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini