5 Tempat Wisata Religi dan Sejarah di Timor Leste, Apa Saja?

Ersa Ambarita, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2020 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 408 2296597 5-tempat-wisata-religi-dan-sejarah-di-timor-leste-apa-saja-d6nibFcVek.jpg Cristo Rei, Timor Leste (petermcmullin.com.au)

TIMOR Leste menjadi negara berdaulat setelah merdeka dari Indonesia melalui referendum pada 1999. Memiliki 13 distrik, Timor Leste memiliki keindahan alam menawan dan kaya akan objek wisata religi dan sejarah.

Timor Leste dulu adalah wilayah kolonial Portugis kemudian menjadi bagian dari Indonesia pada 1976 serta ditetapkan sebagai provinsi ke-27 dengan nama Timor Timur. Setelah bergabung dengan Indonesia, konflik berkecamuk.

Pemerintah Indonesia mengedepankan cara militer dalam menyelesaikan masalah Timor Leste, sehingga terjadi berbagai tindak kekerasan dan pelanggaran HAM. Cara ini ternyata justru mengundang perlawanan rakyat setempat. Mereka akhirnya berjuang habis-habisan menuntut kemerdekaan dari Indonesia.

Baca juga: Cuti Bersama Oktober 2020, Yuk ke Pulau Bidadari dan Nikmati 5 Hal Menarik Ini

Setelah runtuhnya rezim otoriter Orde Baru yang dipimpin Presiden Suharto, Indonesia terpaksa menggelar referendum di Timor Leste dan provinsi ini akhirnya mendeklarasikan kemerdekaannya.

Berikut 5 wisata religi dan sejarah yang populer di Timor Leste :

1. Cristo Rei

Cristo Rei atau Kristus Raja di bukit Fatucama, sebelah timur Dili. Objek wisata ini sangat ikonik karena ada patung Yesus Kristus setinggi 27 meter. Ini diakui sebagai patung terbesar kedua di dunia setelah Christ The Redeemer atau patung Yesus di Rio De Janeiro, Brazil.

Patung ini dibangun pada 1996 sekaligus untuk memperingati bergabungnya Timor Leste ke Indonesia. Lokasi ini merupakan area kudus bagi umat Katolik untuk berdoa dan melakukan upacara keagamaan.

Menariknya, patung ini dirancang oleh seniman muslim bernama Mochamad Syailillah.

Baca juga: 8 Lokasi Wisata Tersembunyi di Australia

Saat berada di puncak Bukit Cristo Rei, pengunjung dapat merasakan terpaan udara segar, melihat pemandangan perbukitan, hamparan laut biru dan pantai berpasir putih.

Lokasi ini bisa ditempuh sekitar 30 menit dari Kota Dili. Untuk ke puncak harus melewati ratusan anak tangga. Ada 14 titik pemberhentian sebelum sampai di puncak. Pengunjung bisa melihat gua Jalan Salib yang biasanya digunakan umat Katolik dalam mengenang peristiwa penyaliban Yesus Kristus.

2. Aipelo Prison

Berada di Lauhata, Aipelo Prison dulunya penjara kolonial Portugis pada abad ke-19. Meski tinggal reruntuhan dan corak tulisannya mulai memudar, bangunan dengan arsitektur Portugis ini telah ditetapkan pemerintah Timor Leste sebagai cagar budaya. 

Karena letaknya di perbukitan, maka pengunjung juga dapat melihat laut biru dari atas bangunan. Spot latar laut adalah tempat yang paling dicari saat mengambil gambar. Aipelo Prison jaraknya 27 kilometer dari Kota Dili.

Baca juga: 5 Museum Ini Sangat Cocok untuk Orang Hobi Membaca dan Menulis

3. Katedral Dili

Katedral Dili merupakan gereja Katolik di Dili, Timor Leste. Ini disebut-sebut sebagai gereja terbesar di Asia Tenggara. Dengan luas lahannya 10.000 meter persegi dan mampu menampung 2.000 jemaat.

Di bangunan gereja Anda masih dapat menemukan polesan arsitektur Portugis. Kombinasi karya lama dengan jendela patri memperlihatkan nilai estetik modern yang telah menyatu di ruangan gereja. Lingkungan yang asri dan terawat.

4. Santa Cruz

Santa Cruz adalah tempat pemakaman bersejarah. Tempat ini meninggalkan rekam peristiwa berdarah konflik antara Timor Leste dan pemerintah Indonesia. Sedikitnya 250 orang tewas dibunuh saat unjuk rasa menuntut kemerdekaan Timor Leste pada pada 12 November 1991. Salah satu yang dimakamkan di sini adalah aktivis Sebastiao Gomes. Pasca-tragedi pembantaian Santa Cruz, tuntutan merdeka dari Indonesia makin membara.

Monumen ini ramai dikunjungi orang untuk mengenang sejarah Timor Leste merdeka dari Indonesia.

ilustrasi

Pemakaman Santa Cruz (timorleste.tl)

5. Patung Paus Yohanes Paulus II

Patung Paus Yohanes Paulus II berada di bukit Tasi-Tolu arah barat Kota Dili, Timor Leste. Replika patung pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma ini dibuat pada 2007.

Tujuannya untuk mengenang kedatangan Paus Yohanes Paulus ke Timor Leste pada 1989. Dari lokasi patung ini terlihat pemandangan laut biru dan Danau Tasi Tolu. Banyak pengunjung yang datang ke tempat ini melakukan olahraga sore sambil menyaksikan matahari terbenam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini